logo alinea.id logo alinea.id

Meski tarif baru telah berlaku, negosiasi dagang AS-China berlanjut

Putaran terakhir negosiasi dagang AS-China berlangsung di Washington pada Kamis dan Jumat, namun tidak menghasilkan kesepakatan apapun.

Khairisa Ferida
Khairisa Ferida Sabtu, 11 Mei 2019 16:04 WIB
Meski tarif baru telah berlaku, negosiasi dagang AS-China berlanjut

Negosiasi antara Amerika Serikat dan China untuk mengakhiri perselisihan dagang yang telah mengguncang pasar keuangan global berakhir tanpa kesepakatan pada Jumat (10/5).

Donald Trump mengklaim bahwa negosiasi dua hari itu berlangsung jujur dan konstruktif.

"Hubungan saya dengan Presiden Xi tetap kuat dan negosiasi akan berlanjut di masa depan. Sementara itu, AS telah memberlakukan tarif pada China, yang mungkin atau tidak mungkin dihapus, tergantung pada apa yang terjadi dengan negosiasi di masa depan," twit Trump.

Beberapa jam sebelum berakhirnya negosiasi, pemerintahan Trump menaikkan tarif impor China senilai US$200 miliar atau menjadi 25% dari 10%, meningkatkan ketegangan antara Beijing dan Washington. 

Kementerian Perdagangan China menyatakan akan memberlakukan penanggulangan yang diperlukan. Tetapi tidak memberikan rincian lebih lanjut.

Setelah sesi singkat pada Jumat, ketua negosiator Tiongkok, Wakil Perdana Menteri Liu He, meninggalkan Kantor Perwakilan Dagang AS sekitar tengah hari. Dia berjabat tangan dengan Kepala Perwakilan Dagang AS Robert Lighthizer dan Menteri Keuangan Steven Mnuchin sebelum akhirnya meninggalkan lokasi negosiasi.

Sore harinya, iring-iringan kendaraan yang membawa delegasi China menjauh dari penginapan mereka di Willard InterContinental Hotel.

Sponsored

Pemerintahan Trump kembali meningkatkan konfrontasi setelah delegasi China meninggalkan AS. Lighthizer pada Jumat malam mengumumkan bahwa dia sedang bersiap untuk mengenakan tarif senilai US$325 miliar pada impor China yang belum tersentuh perang dagang.

Trump membela kebijakannya dengan mentwit, "Tarif akan membuat negara kita jauh lebih kuat, bukan lebih lemah. Lihat saja! China tidak seharusnya menegosiasikan kembali kesepakatan dengan AS di menit-menit terakhir. Ini bukan pemerintahan Obama ... yang membiarkan China berlalu begitu saja dengan membunuh."

Faktanya, tarif adalah pajak yang dibayarkan oleh importir AS dan sering diteruskan ke konsumen dan perusahaan yang mengandalkan komponen impor.

Berlanjut di Beijing

Senada dengan Trump, Wakil PM Liu He mengatakan kepada media pemerintah China bahwa negosiasi dua hari di Washington berlangsung jujur dan konstruktif.

"Negosiasi belum runtuh," kata Liu He dalam sebuah video klip yang diunggah oleh China Central Television (CCTV). "Justru sebaliknya, saya rasa sedikit kemunduran adalah sesuatu yang normal dan tidak terhindarkan selama negosiasi. Ke depan, kami masih optimis."

Meski demikian Liu He menekankan bahwa China sangat menentang kenaikan tarif terbaru yang diberlakukan AS. Dan sebagai sebuah negara, Tiongkok harus meresponsnya. 

"Saat ini, kedua belah pihak telah mencapai saling pengertian dalam banyak hal, tetapi terus terang, perbedaan masih ada. Kami rasa perbedaan ini adalah persoalan prinsip yang signifikan," tutur Liu He.

"Kami benar-benar tidak dapat membuat konsesi pada masalah prinsip seperti itu," kata Liu He, tanpa memberikan rincian tentang apa masalah itu.

Sejumlah sumber menyebutkan bahwa China telah menghapus komitmennya dalam rancangan perjanjian dagang yang menyatakan akan mengubah undang-undang untuk menyelesaikan keluhan inti AS, yaitu pencurian kekayaan intelektual dan rahasia dagang, transfer teknologi paksa, kebijakan persaingan, akses ke layanan keuangan dan manipulasi mata uang.

Dalam kesempatan yang sama, Liu He mengungkapkan bahwa dirinya optimis tentang ekonomi China dalam jangka panjang.

Dia meyakini bahwa ekonomi China akan mempertahankan tren yang stabil dan sehat meskipun ada tekanan ke bawah, dan bahwa China memiliki ruang yang cukup untuk manuver kebijakan fiskal dan moneter.

Pada Senin, beberapa jam setelah Trump mengatakan bahwa dia bermaksud menaikkan tarif, bank sentral China memangkas jumlah giro wajib minimum sejumlah bank kecil dan menengah, membebaskan lebih banyak dana untuk pinjaman kepada perusahaan-perusahaan yang kekurangan uang.

Hu Xijin, pemimpin redaksi surat kabar China, Global Times, dengan mengutip dari sumber resmi mentwit bahwa negosiasi tidak mandek. AS dan Tiongkok  sepakat untuk bertemu lagi di Beijing dalam putaran negosiasi berikutnya. (AP dan Reuters)

Mencari keadilan tragedi kerusuhan 22 Mei

Mencari keadilan tragedi kerusuhan 22 Mei

Minggu, 26 Mei 2019 02:15 WIB
Ambu: Konflik 3 generasi dan adat Suku Baduy

Ambu: Konflik 3 generasi dan adat Suku Baduy

Sabtu, 25 Mei 2019 11:56 WIB