sun
moon
a l i n e a dot id
fakta data kata
logo alinea.id

Pemerintahan Biden berencana tutup penjara Guantanamo

Mantan Presiden Barack Obama pada 2008 buat janji kampanya menutup penjara Guantanamo pada akhir pemerintahannya. Janji itu tidak terwujud.

Valerie Dante
Valerie Dante Senin, 15 Feb 2021 13:23 WIB
Pemerintahan Biden berencana tutup penjara Guantanamo
Informasi mutakhir perkembangan Covid-19 di Indonesia bisa dilihat di sini
Terinfeksi 1.322.866
Dirawat 158.408
Meninggal 35.786
Sembuh 1.128.672

Pemerintahan Presiden Joe Biden menyatakan bahwa mereka bermaksud untuk menutup fasilitas penahanan Teluk Guantanamo, yang menampung sekitar 40 tahanan.

Ketika ditanya oleh seorang reporter dalam jumpa pers pekan lalu apakah penjara itu akan ditutup sebelum Biden meninggalkan jabatannya, Sekretaris Pers Gedung Putih, Jen Psaki mengatakan bahwa itu adalah tujuan dan niat mereka.

Dilansir dari CNN pada Senin (15/2), Psaki menuturkan, Dewan Keamanan Nasional AS sedang melakukan peninjauan antarlembaga untuk menilai keadaan yang diwariskan kepada pemerintahan Biden dari pemerintahan sebelumnya.

Mantan Presiden Barack Obama pada 2008 membuat janji kampanya untuk menutup penjara Guantanamo pada akhir pemerintahannya. Janji itu tidak pernah terwujud.

Kemudian, mantan Presiden Donald Trump pada 2018 menandatangani perintah eksekutif yang secara resmi menetapkan penjara tersebut akan tetap beroperasi seperti biasa.

"Saya meminta Kongres untuk memastikan bahwa dalam perang melawan ISIS dan Al Qaeda, kami terus memiliki semua kekuatan yang diperlukan untuk menahan teroris di mana pun kami mengejar mereka, di mana pun kami menemukan mereka," kata Trump pada 2018.

Juru bicara Kementerian Pertahanan AS, John Kirby mengisyaratkan, dukungan Menteri Pertahanan Lloyd Austin untuk menutup fasilitas penahanan tersebut.

"Menhan yakin penjara Teluk Guantánamo harus ditutup. Dia sepenuhnya mendukung keinginan pemerintah untuk melakukan itu dan dia sepenuhnya berharap untuk menjadi mitra dalam proses antar-lembaga dan diskusi yang bergerak maju," tutur Kirby dalam jumpa pers.

Sponsored

Awalnya dibuka pada 2002, fasilitas itu dimaksudkan sebagai tempat di mana para tersangka dalam perang AS melawan teror dapat diinterogasi.

Namun, narapidana telah ditahan tanpa batas waktu, banyak tanpa dakwaan atau pengadilan, dan dilaporkan mengalami perlakuan kejam. Ketika perang AS melawan teror terus berlanjut, fasilitas penahanan tersebut dipandang sebagai simbol dari pelanggaran HAM di era pascatragedi 9/11.

Khalid Sheikh Mohammed, yang dikenal sebagai salah satu orang yang bertanggung jawab atas serangan 9/11, saat ini ditahan di Guantánamo bersama dengan Moath Hamza Ahmed al Alawi, yang diyakini sebagai salah satu pengawal Osama bin Laden. (CNN)

Berita Lainnya