logo alinea.id logo alinea.id

Perang dagang: AS kembali kenakan tarif baru untuk produk China

Amerika Serikat mengenakan tarif baru sebesar 15% bagi produk asal China mulai 1 September.

Valerie Dante
Valerie Dante Senin, 02 Sep 2019 10:23 WIB
Perang dagang: AS kembali kenakan tarif baru untuk produk China

Amerika Serikat telah mengenakan tarif baru sebesar 15% bagi produk China senilai lebih dari US$125 miliar, yang mencakup produk sepatu, peralatan rumah tangga, hingga makanan. Tarif baru itu menandakan peningkatan ketegangan dalam perang dagang antara dua kekuatan dunia tersebut.

Kenaikan 15% merupakan peningkatan dari 10% yang semula diumumkan pekan lalu. Langkah tersebut merupakan tahap pertama dari rencana baru Presiden AS Donald Trump untuk memberlakukan bea 15% bagi impor China senilai US$300 miliar pada akhir tahun.

Sebagai tanggapan, Beijing menerapkan tarif bagi minyak mentah AS. Ini merupakan pertama kalinya, bahan bakar menjadi target perang dagang kedua negara.

Jika diberlakukan sepenuhnya, rencana Trump akan berarti bahwa hampir seluruh impor China, total sekitar US$550 miliar, akan terkena tarif. AS berencana memberlakukan tarif 15% untuk barang-barang China senilai US$300 miliar pada akhir tahun dalam dua putaran. 

Tarif putaran pertama mulai berlaku sejak Minggu (1/9). Produk yang ditargetkan pada September berkisar dari daging, keju, hingga pena dan alas kaki. Pejabat AS tidak mengklarifikasi nilai impor yang akan dihantam tarif bulan ini.

China membalas dengan mengenakan tarif 5% bagi minyak mentah bersama dengan rencana untuk menargetkan tarif bagi impor AS senilai US$75 miliar. Langkah-langkah itu termasuk mengenakan tarif tambahan 5% dan 10% pada hampir 1.717 produk AS yang ditargetkan.

Kamar Dagang AS di China menyuarakan keprihatinan setelah Washington mengatakan akan meneruskan tarif baru. Dalam sebuah pernyataan, mereka menekankan bahwa tarif akan membahayakan bisnis dan merugikan konsumen.

"Kami mendesak ... Kedua belah pihak bekerja bersama menuju perjanjian yang berkelanjutan sesegera mungkin yang menyelesaikan masalah mendasar dan struktural yang telah lama dihadapi bisnis asing di China," bunyi pernyataan Kamar Dagang AS.

Sponsored

Fase kedua

Trump menyatakan bahwa negosiator perdagangan dari AS dan China terus berdiskusi dan akan bertemu pada September, tetapi rincian lebih lanjut belum dikonfirmasi secara publik.

Mulai 15 Desember, fase kedua tarif 15% akan diluncurkan pada sisa barang China yang sebelumnya tidak terpengaruh. Ini termasuk teknologi seperti telepon dan komputer.

Pada tanggal yang sama, Beijing akan meluncurkan tarif bagi sekitar 3.000 produk AS. 

Hal yang awalnya dianggap sebagai konflik akibat praktik perdagangan China yang AS sebut tidak adil, kini dinilai sebagai perebutan kekuasaan geopolitik.

Sejauh ini, Washington telah memberlakukan tarif bagi barang China bernilai sekitar US$250. Tarif itu diterapkan untuk menekan agar Beijing mengubah kebijakannya tentang kekayaan intelektual, subsidi industri, akses pasar dan transfer teknologi.

Beijing secara konsisten membantah terlibat dalam praktik perdagangan yang tidak adil dan telah membalas dengan memberlakukan tarif bagi produk AS senilai US$110 miliar. (BBC dan The Guardian)