logo alinea.id logo alinea.id

Perusahaan Rusia beri bonus karyawan wanita yang pakai rok

Untuk mengklaim bonus, karyawan harus mengirim foto diri mereka ke perusahaan.

Valerie Dante
Valerie Dante Jumat, 31 Mei 2019 16:38 WIB
Perusahaan Rusia beri bonus karyawan wanita yang pakai rok

Sebuah perusahaan Rusia menawarkan bonus kepada staf perempuannya jika mereka merias wajah dan mengenakan rok ke kantor. Staf perempuan yang mengenakan gaun atau rok tidak lebih dari lima sentimeter di atas lutut akan dibayar US$1,50 di atas upah reguler mereka.

Untuk mengklaim bonus, karyawan harus mengirim foto diri mereka ke perusahaan. Langkah itu merupakan bagian dari kampanye "maraton feminitas" dari Tatprof, produsen aluminium di Rusia. Kampanye tersebut dimulai pada 27 Mei dan berlangsung hingga 30 Juni.

"Banyak wanita secara otomatis mengenakan celana panjang ke kantor, jadi kami berharap bahwa kampanye itu akan meningkatkan kesadaran karyawan perempuan kami, memungkinkan mereka untuk merasakan kewanitaan dengan mengenakan rok atau gaun," jelas perwakilan dari Departemen Budaya dan Komunikasi Internal Tatprof Anastasiya Kirillova.

Pengumuman itu memicu reaksi negatif dari pengguna sosial media yang menganggap kampanye itu bernada seksis dan merendahkan wanita.

Jurnalis feminis ternama di Rusia, Zalina Marhsenkulova, menyebut kampanye Tatprof sebagai kebijakan dari Abad Pertengahan.

Tatprof membantah semua tuduhan seksisme yang dilayangkan kepadanya. Mereka mengklaim bahwa sebanyak 60 karyawan wanita bahkan sudah ambil bagian dalam kampanye itu.

"Sebanyak 70% karyawan kami terdiri dari lelaki. Kami berharap kampanye itu dapat mencerahkan hari-hari kerja kami," kata Kirillova.

Seorang pengguna Twitter turut menyampaikan protes dengan mengatakan, "Bonus US$1,50 untuk wanita yang datang dengan rok pendek dan merias diri hanya untuk ... 'mencerahkan' perusahaan yang didominasi karyawan pria. Lalu mengapa kita membutuhkan feminisme ketika wanita bisa menyenangkan pria demi uang?."

Sponsored

Tatprof berencana untuk mengadakan acara bertema "feminitas" lainnya pada Juni, termasuk kompetisi untuk melihat siapa yang paling cepat membuat pangsit.

Kirillova menyebut bahwa ide untuk kampanye dan acara-acara itu datang dari CEO Tatprof Sergei Rachkov.

"Dia menaruh perhatian besar pada masalah gender. Dia ingin mempertahankan esensi kewanitaan di kalangan karyawan perempuan kita, sehingga mereka tidak memiliki potongan rambut pendek seperti pria, tidak mengenakan celana panjang, dan terlibat dalam kegiatan kerajinan tangan," lanjutnya.

Pekan lalu, perusahaan juga mengadakan kontes bertema fitness untuk para karyawan prianya. (CNN dan BBC)