logo alinea.id logo alinea.id

PM Kanada minta maaf atas foto lama yang dicap rasial

Foto kontroversial tersebut diambil pada 2001 saat Justin Trudeau berusia 29 tahun.

Valerie Dante
Valerie Dante Kamis, 19 Sep 2019 14:09 WIB
PM Kanada minta maaf atas foto lama yang dicap rasial

Perdana Menteri Kanada Justin Trudeau pada Rabu (18/9) meminta maaf setelah beredar fotonya berdandan dengan tata rias yang dianggap rasialis saat menghadiri sebuah pesta pada 2001.

Dalam foto berwarna hitam putih yang beredar, Trudeau, yang saat itu berusia 29 tahun, mengenakan jubah dan serban lengkap dengan riasan warna gelap pada kulit wajah, leher dan tangannya.

Kontroversi ini dianggap sebagai pukulan besar bagi Trudeau yang vokal menentang diskriminasi rasial dan memiliki tiga menteri berdarah India di kabinetnya.

"Saya seharusnya tidak melakukannya dan saya sangat menyesal," tutur Trudeau kepada wartawan di Halifax, Nova Scotia, pada Rabu.

Foto itu dirilis pertama kali oleh Time. Menurut Time, foto tersebut diberikan oleh pengusaha asal Vancouver, Michael Adamson, pada awal September.

Adamson merupakan bagian dari komunitas West Point Grey Academy, tempat Trudeau bekerja pada saat itu. Foto tersebut bahkan terpampang di buku tahunan sekolah swasta itu.

"Saya mengenakan kostum Aladdin dan berdandan. Saya seharusnya tidak melakukannya," ujar PM Trudeau.

Sponsored

Foto Trudeau tersebut segera memicu kritik tajam dari sejumlah pihak.

"Gambar itu sepenuhnya bertentangan dengan citra toleransi yang telah dipupuk oleh PM Trudeau. Hal ini tentu tidak baik bagi dia maupun partainya," kata Darrell Bricker dari lembaga riset Ipsos Public Affairs.

Persoalan riasan gelap atau kerap disebut "blackface" sangat sensitif di Amerika Serikat, mengingat negara itu memiliki sejarah perbudakan yang panjang.

Pada Februari, Gubernur Virginia Ralph Northam menolak seruan untuk mundur setelah beredar fotonya yang dicap rasialis dalam buku tahunan sekolah pada 1984.

Di hadapan wartawan pada Rabu, Trudeau juga mengakui bahwa dia juga mengenakan riasan saat duduk di bangku sekolah menengah. Riasan itu, jelasnya, digunakan saat dia membawakan "Day O", lagu tradisional asal Jamaika.

Tidak akan mundur

Trudeau terlibat dalam persaingan sengit dengan Pemimpin Partai Konservatif Andrew Scheer menjelang pemilu federal pada 21 Oktober.

Scheer menyatakan dia sangat terkejut dan kecewa setelah melihat foto Trudeau pada 2001.

"Mengenakan riasan 'blackface' merupakan tindakan rasialisme terbuka. Dia sama sekali tidak memiliki integritas dan tidak cocok memerintah negara ini," kata dia.

Popularitas Trudeau yang sempat setinggi langit telah menurun akibat serangkaian salah langkah yang dia ambil. Meski begitu, dia menolak seruan yang mendesaknya untuk mundur.

"Saya meminta warga Kanada untuk memaafkan kesalahan saya ... Itu adalah hal yang bodoh untuk dilakukan. Saya kecewa dan kesal pada diri sendiri karena telah melakukannya," ungkap Trudeau.

Partai Liberal yang berkuasa juga bersaing dengan Partai Demokrat Baru yang dipimpin oleh Jagmeet Singh, seorang penganut Sikhisme. Dia merupakan orang pertama dari etnis minoritas yang memimpin partai besar di Kanada.

"Orang-orang melihat gambar ini dan akan mengingat saat mereka diolok-olok, terluka, dihina dan direndahkan," tutur Singh.

Sumber : Reuters