sun
moon
a l i n e a dot id
fakta data kata
logo alinea.id

Polisi Prancis lakukan penggerebekan setelah pembunuhan seorang guru

Pembunuh remaja itu berusaha membalas penggunaan karikatur Nabi Muhammad oleh korbannya di kelas kebebasan berekspresi.

Angelin Putri Syah
Angelin Putri Syah Selasa, 20 Okt 2020 10:31 WIB
Polisi Prancis lakukan penggerebekan setelah pembunuhan seorang guru
Informasi mutakhir perkembangan Covid-19 di Indonesia bisa dilihat di sini
Terinfeksi 939.948
Dirawat 149.388
Meninggal 26.857
Sembuh 763.703

Polisi Prancis pada Senin (19/10) menggerebek asosiasi yang dicurigai beragama ekstremis, tiga hari setelah seorang tersangka memenggal kepala seorang guru sekolah.

Guru sejarah Samuel Paty, 47, dibunuh pada Jumat (16/10) di siang hari di luar sekolahnya di pinggiran kota kelas menengah Paris oleh anak berusia 18 tahun asal Chechnya. Polisi menembak mati penyerang.

Pembunuh remaja itu berusaha membalas penggunaan karikatur Nabi Muhammad oleh korbannya di kelas kebebasan berekspresi untuk anak berusia 13 tahun. Dia percaya bahwa penggambaran Nabi adalah penghujatan.

Tokoh masyarakat menyebut pembunuhan itu sebagai serangan terhadap Republik dan nilai-nilai Prancis.

Menteri Dalam Negeri Gerald Darmanin mengatakan, ada sekitar 80 penyelidikan yang dilakukan terhadap kebencian online dan sedang mempertimbangkan apakah akan membubarkan sekitar 50 asosiasi tertentu.

"Operasi polisi telah terjadi dan lebih banyak lagi akan menyusul, menyangkut puluhan orang," kata menteri itu kepada Europe 1.

Sebuah sumber polisi pada Minggu (18/10) mengatakan, Prancis sedang bersiap untuk mendeportasi 213 orang asing yang berada dalam daftar pantauan pemerintah dan dicurigai memegang keyakinan agama yang ekstrim, di antaranya sekitar 150 orang menjalani hukuman penjara.

Deportasi sudah dilakukan sebelum serangan Jumat (16/10), kata sumber keamanan.

Sponsored

Polisi telah menahan 10 orang sehubungan dengan serangan tersebut dalam 24 jam setelah pembunuhan Paty. Di antara mereka, adalah ayah dari seorang murid di sekolah Paty dan satu orang lagi di radar dinas intelijen, yang menurut mereka telah menggunakan media sosial untuk berkampanye melawan guru tersebut.

Sumber : Reuters

Berita Lainnya
×
img