sun
moon
a l i n e a dot id
fakta data kata
logo alinea.id

Protes pelanggaran angkatan udara, Malaysia panggil Dubes China

Keputusan tersebut diambil setelah militer Malaysia mendeteksi aktivitas mencurigakan di wilayah udara Laut China Selatan.

Valerie Dante
Valerie Dante Rabu, 02 Jun 2021 15:37 WIB
Protes pelanggaran angkatan udara, Malaysia panggil Dubes China

Kementerian Luar Negeri Malaysia pada Selasa (1/6) mengatakan, pihaknya akan memanggil Duta Besar China untuk meminta penjelasan atas apa yang mereka sebut sebagai "penyusupan" oleh 16 pesawat angkatan udara China ke wilayah udaranya.

Keputusan tersebut diambil setelah militer Malaysia mendeteksi aktivitas mencurigakan di wilayah udara Laut China Selatan.

Angkatan Udara Malaysia menyatakan, pihaknya mengerahkan jet tempur pada Senin (31/5) setelah pesawat-pesawat dari Angkatan Udara China terbang dalam jarak 60 mil laut dari Sarawak. 

Pihak militer Malaysia menggambarkan insiden itu sebagai ancaman serius terhadap kedaulatan nasional dan keselamatan penerbangan.

Pesawat-pesawat China dilaporkan tidak menghubungi kontrol lalu lintas udara regional meskipun diinstruksikan untuk melakukannya beberapa kali.

Menteri Luar Negeri Malaysia Hishammuddin Hussein mengatakan, akan mengeluarkan nota protes diplomatik dan meminta Dubes China untuk menjelaskan pelanggaran wilayah udara dan kedaulatan tersebut.

"Sikap Malaysia jelas, kami memiliki hubungan diplomatik yang bersahabat dengan negara mana pun tidak berarti bahwa kami akan berkompromi dengan keamanan nasional kami," kata Hishammuddin dalam sebuah pernyataan.

Kedutaan Besar China sebelumnya mengklaim bahwa pesawat-pesawat tersebut melakukan pelatihan penerbangan rutin dan secara ketat mematuhi hukum internasional tanpa melanggar wilayah udara negara lain.

Sponsored

"China dan Malaysia adalah tetangga yang bersahabat. China bersedia melanjutkan konsultasi persahabatan bilateral dengan Malaysia untuk bersama-sama menjaga perdamaian dan stabilitas regional," kata seorang pejabat Kedubes China.

China telah mendorong klaim ekspansif atas Laut China Selatan, yang dilalui perdagangan kapal senilai sekitar US$3 triliun setiap tahunnya. Selain itu, China juga telah membangun fasilitas militer di sejumlah pulau-pulau buatan.

Brunei Darussalam, Malaysia, Filipina, Taiwan, dan Vietnam juga memiliki klaim tumpang tindih atas berbagai pulau dan fitur di daerah tersebut. Penjaga pantai China secara rutin memperingatkan kapal dan pesawat asing untuk meninggalkan apa yang diklaim sebagai wilayahnya di Laut China Selatan.

Angkatan udara Malaysia mengatakan, pesawat Angkatan Udara China, yang terdiri dari pengangkut strategis Ilyushin il-76 dan Xian Y-20, telah melakukan perjalanan dalam formasi taktis "in-trail" di antara 23.000 dan 27.000 kaki.

Sumber : The Guardian

Berita Lainnya