sun
moon
logo alinea.id logo alinea.id

Temuan 39 jasad di Inggris, sopir truk hadapi 43 dakwaan

Penemuan 39 jasad di Inggris menyoroti perdagangan manusia yang melibatkan orang-orang miskin dari Asia, Afrika, bahkan Timur Tengah.

Khairisa Ferida
Khairisa Ferida Selasa, 29 Okt 2019 10:27 WIB
Temuan 39 jasad di Inggris, sopir truk hadapi 43 dakwaan

Sidang terhadap sopir truk yang berisi 39 jasad pada Senin (28/10) mengungkap keterlibatan jaringan global dalam penyelundupan orang. Pengemudi truk itu sendiri telah didakwa atas pembunuhan dan perdagangan orang.

Penemuan 39 jasad pekan lalu di sebuah truk berpendingan di Waterglade Industrial Park di Eastern Avenue, Essex, Inggris, telah menyoroti perdagangan manusia yang melibatkan orang-orang miskin di Asia, Afrika dan Timur Tengah dalam perjalanan berbahaya ke Barat.

Pengemudi truk, Maurice Robinson, muncul di Pengadilan Chelmsford Magistrates’ melalui tautan video. Pria usia 25 tahun yang mengenakan kaus abu-abu itu hanya bicara untuk mengonfirmasi nama, alamat dan kewarganegaraan Inggris-nya.

Robinson menghadapi 43 dakwaan dalam 39 kasus pembunuhan serta tuduhan konspirasi perdagangan orang, konspirasi membantu imigrasi yang melanggar hukum dan pencucian uang.

"Ini melibatkan jaringan global yang memfasilitas perpindahan sejumlah besar imigran ke Inggris," kata jaksa penuntut  Ogheneruona Mercy Iguyovwe seraya menambakan bahwa tersangka lain masih diburu.

Robinson tidak mengajukan permohonan jaminan. Dia dikembalikan ke tahanan hingga 25 November, ketika kasus itu akan berlanjut di Old Bailey, Pengadilan Kriminal Pusat London. Di sana dia akan mengajukan pembelaan.

Pemuda itu ditangkap tidak lama setelah penemuan 39 jasad. Kontainer pengiriman di mana mereka ditemukan telah melakukan perjalanan dari Zeebrugge di Belgia.

Demi hidup yang lebih baik

Sponsored

"Seluruh negeri dan dunia dikejutkan dengan tragedi ini, dan kekejaman nasib yang telah diderita oleh orang-orang tidak berdosa yang mengharapkan kehidupan yang lebih baik di negara ini," ungkap PM Inggris Boris Johnson. 

Menteri Dalam Negeri Priti Patel menyatakan kepada parlemen bahwa penyelidikan akan mengungkap kriminalitas yang dapat merentang lintas negara.

Banyak dari jasad yang ditemukan di truk tersebut diduga berasal dari Nghe An dan Ha Tinh, dua provinsi termiskin di Vietnam. Sebelumnya mayoritas jasad diyakini berasal dari China.

"Jika saya dapat memutar waktu, saya tidak akan membiarkan dia pergi dengan cara ini," ujar Hoang Thi Ai, ibu dari Hoang Van Tiep (18), yang dikhawatirkan ada di antara 39 jasad. "Saya membersihkan kamarnya setiap hari dengan harapan dia tidak berada di truk mematikan itu."

Menurut Hoang Thi Ai, putranya ditipu. "Suatu hari dia meminta kami mengumpulkan 100 juta dong untuk perjalanannya ... Putra saya ditipu. Orang yang mengatur perjalanannya ke Inggris mengatakan bahwa layanan 'VIP' sangat aman, menumpangi mobil empat kursi, bukan kontainer."

Bui Thi Nhung (19) juga salah seorang yang diyakini oleh keluarganya ada di antara 39 jasad. Perempuan itu meninggalkan Nghe An pada Agustus, kemudian ke China, Jerman hingga tiba di Belgia, di mana dia diyakini masuk ke kontainer maut.

Vietnam mengatakan bahwa otoritas Inggris telah meminta bantuan untuk mengidentifikasi empat jasad. Wakil Menteri Luar Negeri Bui Thanh Son menuturkan pihaknya masih belum dapat mengonfirmasi kewarganegaraan salah satu korban.

Data Inggris menyebutkan, sekitar 70% kasus perdagangan orang yang melibatkan warga Vietnam di negara itu antara 2009 dan 2016 adalah untuk eksploitasi tenaga kerja, termasuk produksi ganja dan bekerja di salon kuku.

Sebuah laporan yang dirilis pada Maret lalu oleh Pacific Links Foundation yang bermarkas di Amerika Serikat mengidentifikasi Nghe An sebagai rumah bagi banyak korban perdagangan manusia yang berakhir di Eropa.

Provinsi lainnya, Ha Tinh, dirusak pada 2016 oleh salah satu bencana lingkungan terburuk dalam sejarah Vietnam ketika sebuah pabrik baja milik Taiwan, Formosa Plastics, mencemari perairan, menghancurkan sektor perikanan dan pariwisata.

Sumber : Reuters