sun
moon
logo alinea.id logo alinea.id

Total korban tewas akibat coronavirus capai 26 orang

Kementerian Keuangan China menyatakan telah mengalokasikan US$145 juta untuk membantu Provinsi Hubei mengatasi wabah coronavirus.

Valerie Dante
Valerie Dante Jumat, 24 Jan 2020 20:44 WIB
Total korban tewas akibat coronavirus capai 26 orang

Komisi Kesehatan Nasional China pada Jumat (24/1) mengatakan bahwa jumlah kematian akibat wabah coronavirus jenis baru di negara itu meningkat menjadi 26 orang dengan total 830 kasus.

Coronavirus jenis baru pertama kali diidentifikasi pada 31 Desember 2019 di Kota Wuhan, Provinsi Hubei. Sejak itu, virus telah menyebar ke sejumlah kota besar lainnya seperti Beijing dan Shanghai.

Kementerian Keuangan China menyatakan telah mengalokasikan US$145 juta untuk membantu Provinsi Hubei mengatasi wabah virus tersebut.

Wuhan juga tengah mendirikan rumah sakit baru dengan kapasitas sekitar 1.000 pasien untuk merawat mereka yang terinfeksi coronavirus jenis baru. Rumah sakit itu rencananya akan mulai beroperasi pada awal pekan depan.

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) pada Kamis (23/1) menuturkan bahwa wabah tersebut belum dapat diklasifikasikan sebagai keadaan darurat global.

WHO mendefinisikan keadaan darurat global sebagai "peristiwa luar biasa" yang memberikan risiko bagi banyak negara dan memerlukan respons internasional yang terkoordinasi.

Pada Jumat, total 10 kota di Provinsi Hubei, dengan jumlah populasi sekitar 33 juta orang, diisolasi oleh pemerintah China.

Jaringan transportasi di Wuhan telah ditutup sejak Kamis dan warga diminta untuk tidak meninggalkan kota tersebut. Bandara dan seluruh stasiun kereta di kota pun ditutup sementara. Kota-kota lain yang diisolasi termasuk Huanggang, Xiantao, Ezhou, Qianjiang, Zhijiang, Chibi, dan Lichuan.

Sponsored

Pihak berwenang China juga membatalkan acara Tahun Baru Imlek di Beijing dan sejumlah tempat lainnya. Maskapai dan operator kereta menawarkan untuk membayar ganti rugi tiket penerbangan dan kereta domestik.

Selain di Kota Wuhan, coronavirus jenis baru telah menyebar hingga ke Macau dan Hong Kong dengan masing-masing dua kasus.

Virus tersebut juga menjalar ke sejumlah negara yakni Vietnam yang melaporkan dua kasus, serta Amerika Serikat dan Taiwan yang masing-masing mengonfirmasi satu kasus.

Korea Selatan pada Jumat mengonfirmasi kasus keduanya. Sebelumnya, Kementerian Kesehatan Jepang pun melaporkan kasus kedua virus tersebut.

Sementara itu, Kementerian Kesehatan Singapura pada Jumat mengumumkan kasus ketiga coronavirus jenis baru di negara itu. Pasien baru termasuk putra dari pasien kasus pertama yang dikonfirmasi di Singapura dan seorang wanita berusia 53 tahun yang tiba dari Wuhan pada Selasa (21/1).

Masih dari Asia Tenggara, pada Jumat, Thailand juga mengonfirmasi kasus kelima coronavirus jenis baru. Wakil Menteri Kesehatan Sathit Patucha menyatakan bahwa pasien terbaru merupakan seorang wanita berusia 33 tahun yang baru tiba dari Wuhan.

Wanita itu mendarat di Bangkok pada Selasa bersama putrinya dan segera dirawat di rumah sakit akibat demam dan batuk sebelum akhirnya dikonfirmasi terjangkit coronavirus jenis baru. (CNBC, Channel News Asia, dan Reuters)

Berita Lainnya