logo alinea.id logo alinea.id

Trump tidak senang dengan kesepakatan soal keamanan perbatasan

Meski menyatakan tidak puas atas kesepakatan di Kongres, namun Trump menyiratkan tidak akan memilih opsi shutdown.

Khairisa Ferida
Khairisa Ferida Rabu, 13 Feb 2019 14:28 WIB
Trump tidak senang dengan kesepakatan soal keamanan perbatasan

Donald Trump mengecam perjanjian keamanan perbatasan sementara yang dicapai oleh para negosiator di Kongres yang ingin mencegah penutupan pemerintahan atau government shutdown. Trump belum mengonfirmasi apakah dia akan menandatanganinya jika kesepakatan itu tiba di meja kerjanya.

Meski menyatakan tidak puas dengan kesepakatan yang tercapai pada Senin (11/2) oleh kelompok negosiator anggaran bipartisan, Trump mengatakan dia tidak menginginkan shutdown lanjutan.

"Apakah saya terkesan? Saya baru saja melihatnya," ungkap Trump dalam rapat kabinet di Gedung Putih. "Jawabannya adalah tidak. Saya tidak senang."

Kemudian dia mengatakan, "Saya pikir tidak akan ada shutdown. Saya tidak ingin menuju ke sana."

Lewat Twitter, Trump menuliskan, "Saya ingin mengucapkan terima kasih kepada seluruh Republikan atas tugas yang telah Anda lakukan dalam berurusan dengan Radikal Kiri atas Keamanan Perbatasan."

Trump bersikeras bahwa dinding perbatasan akan tetap dibangun.

Di Capitol Hill, pemimpin Mayoritas Senat Mitch McConnell menuturkan bahwa Senat dapat menggelar pemungutan suara dalam waktu dekat terkait kesepakatan tersebut dan mendesak Trump untuk menandatanganinya.

Sponsored

Walau kesepakatan itu tidak memuat seluruh yang diinginkan Trump, McConnell menuturkan, "Saya rasa dia mendapat cukup banyak. Saya harap dia akan memutuskan untuk menandatanganinya."

Pemimpin Minoritas Senat Charles Schumer menyatakan bahwa kesepakatan yang tercapai mewakili sebuah jalan yang membentang bagi negara itu dan akan membantu menghindari negosiasi alot lainnya mengingat para negosiator diburu waktu. Tenggat negosiasi adalah Jumat (15/2) tengah malam.

"Tolong, Pak Presiden. Tanda tangani, dan jangan berlakukan shutdown," pinta Schumer.

Untuk menghindari shutdown, Kongres harus mencapai kesepakatan dan Trump harus menandatangani itu sebelum Jumlah tengah malam, di mana pendanaan pemerintah akan berakhir.

Di Gedung Putih, Trump mengatakan, dia akan menambahkan sejumlah hal dalam kesepakatan itu. Namun, tidak jelas apakah negosiator bersedia menerima perubahan.

Kesepakatan itu mencakup dana US$1,375 miliar untuk sebuah struktur di sepanjang perbatasan selatan AS, jumlah yang lebih sedikit dari US$5,7 miliar yang diminta Trump untuk membangun dinding perbatasan yang dia janjikan dalam kampanye Pilpres 2016.

Dengan jumlah tersebut, maka kesepakatan itu hanya akan mendanai penghalang sejauh 55 mil, kurang secara signifikan dari proposal Trump yang menyerukan didirikannya penghalang fisik baru sejauh 234 mil.

Tidak jelas juga apakah pendanaan dalam kesepakatan itu akan mencakup penggantian pagar perbatasan yang ada atau hanya pagar baru.

Melalui kesepakatan itu, Demokrat ingin mengucurkan lebih sedikit dana untuk tempat tidur orang-orang yang ditangkap oleh agen Imigrasi dan Bea Cukai AS (ICE). Di lain sisi, Partai Republik ingin meningkatkan jumlahnya sebagai bagian dari upaya mereka untuk mempercepat deportasi imigran.

Demokrat mengusulkan penurunan jumlah tempat tidur di detensi menjadi 35.520 dari 40.520 yang ada saat ini. Lebih rinci, Demokrat membatasi 16.500 tempat tidur di fasilitas penahanan bagi imigran tidak berdokumen yang ditahan di dalam negeri. Sisanya akan berada di pusat penahanan perbatasan.

Kesepakatan itu sendiri menuai kecaman dari kalangan konservatif, yang mendesak Trump untuk tidak meninggalkan tuntutannya atas pendanaan dinding perbatasan. (USA Today)

 Prabowo dan halusinasi kuasa

Prabowo dan halusinasi kuasa

Kamis, 18 Apr 2019 20:53 WIB
Sisi lain keluarga Pierre Tendean

Sisi lain keluarga Pierre Tendean

Kamis, 18 Apr 2019 14:48 WIB