sun
moon
logo alinea.id logo alinea.id

Presiden terpilih Ukraina tawarkan kewarganegaraan bagi rakyat Rusia

Tawaran Zelenskiy datang setelah Putin mengatakan akan mempercepat proses pemberian kewarganegaraan bagi penduduk di wilayah timur Ukraina.

Valerie Dante
Valerie Dante Senin, 29 Apr 2019 18:06 WIB
Presiden terpilih Ukraina tawarkan kewarganegaraan bagi rakyat Rusia

Presiden terpilih Ukraina Volodymyr Zelenskiy menawarkan kewarganegaraan bagi warga Rusia. Namun, penawarannya itu mengandung sindiran terhadap Kremlin.

"Kami akan memberikan kewarganegaraan Ukraina kepada semua orang yang menderita di bawah rezim otoriter dan korup. Rusia menduduki peringkat pertama dalam daftar ini, negara itu terlihat paling menderita," tulis Zelenskiy di Facebook pada Minggu (28/4).

Tawaran Zelenskiy merupakan tanggapan atas pernyataan Presiden Rusia Vladimir Putin yang menuturkan akan mempercepat proses pemberian kewarganegaraan bagi penduduk di wilayah timur Ukraina, yang didominasi kelompok separatis.

Pada Sabtu (27/4), Putin menyatakan tengah mempertimbangkan untuk mempermudah akses pengabulan kewarganegaraan bagi seluruh warga Ukraina yang menginginkannya.

Menurut Zelenskiy, Putin seharusnya tidak mengharapkan banyak warga Ukraina untuk menerima tawaran itu. Sebab, menurutnya, tidak seperti Rusia, warga Ukraina memiliki kebebasan berbicara, kebebasan media, dan akses internet.

Ukraina berseteru dengan sejumlah kelompok pemberontak dan separatis pro-Rusia di wilayah timur sejak 2014. Konflik semakin meruncing setelah Negeri Beruang Merah mencaplok Semenanjung Krimea.

Sejauh ini, konflik antara Ukraina dan kelompok separatis telah menewaskan 13.000 orang.

Pernyataan Putin telah memicu amarah sejumlah politikus di Kiev.

Sponsored

Petahana yang berhasil dikalahkan, Presiden Petro Poroshenko, pada Rabu (24/4) mengungkapkan bahwa pernyataan pemberian kewarganegaraan dari Moskow sudah keterlaluan. Dia menuduh Rusia berusaha menimbulkan perpecahan di Ukraina.

Uni Eropa juga mengutuk pernyataan Rusia. Juru bicara Komisi Eropa Maja Kocijancic menyebut hal itu sebagai serangan terhadap kedaulatan Ukraina.

*Lembaran baru

Zelenskiy, yang memenangkan putaran kedua Pilpres Ukraina pada sepekan lalu, mengungkapkan niatnya untuk membahas konflik di wilayah timur Ukraina bersama dengan Rusia.

Namun, dia memperingatkan Rusia untuk tidak mengancam Ukraina dengan tekanan militer atau tekanan ekonomi.

"Kami siap untuk membahas kondisi baru terkait kelanjutan hubungan Ukraina dan Rusia," tuturnya.

Pria berusia 41 tahun itu menekankan bahwa perbaikan hubungan bilateral kedua negara hanya akan terjadi bila Rusia menghentikan pendudukannya atas Donbass serta Semenanjung Krimea.

Zelenskiy, yang akan dilantik pada awal Juni, merupakan pendatang baru dalam dunia politik. Dia terkenal karena membintangi program televisi satir, Servant of the People, di mana dia memainkan peran sebagai Presiden Ukraina. (Deutshce Welle)