close icon
Scroll ke atas untuk melanjutkan
Ilustrasi pekerja Gen-Z. Pixabay.
icon caption
Ilustrasi pekerja Gen-Z. Pixabay.
Sosial dan Gaya Hidup
Jumat, 04 Maret 2022 13:56

Bagaimana Gen-Z membawa pandangan baru di dunia kerja

Gen-Z ;lebih memiliki sikap dalam bekerja dibanding generasi milenial.
swipe

Dunia kerja sering membagi generasi berdasarkan sikap mencolok mereka. Generasi milenial adalah generasi yang memiliki kesempatan untuk bekerja dengan gen Z, gen X, dan Baby Boomers. 

Generasi Z adalah generasi paling baru yang kini memasuki dunia kerja. Namun, pernahkah kita bertanya-tanya betulkah ada begitu perbedaan sikap antargenerasi? Padahal sebenarnya dalam banyak hal mendasar semua generasi menginginkan hal yang sama: pemenuhan kebahagiaan, penghargaan, dan keamanan.

Majalah Bisnis Forbes menjelaskan, meskipun memiliki tujuan yang sama, ada perbedaan cara mencapainya pada setiap generasi terutama di dunia kerja. Career Coach asal Washington DC, Ashley Stahl menceritakan, pengalaman pertamanya bekerja dengan Gen Z yang lahir setelah 1997. 

“Saya harus terkejut karena Gen Z memiliki sikap terhadap karier dibandingkan milenial atau generasi di atasnya,” ujar Stahl seperti ditulis Forbes.

Sebelum menyelami lebih jauh soal keinginan Gen Z, terlebih dahulu kita bagi generasi berdasarkan tahun lahir mereka. Baby Boomers biasanya mengacu pada generasi yang lahir setelah perang dunia kedua antara 1946-1964. 

Sementara, Gen X adalah yang lahir 1965-1980. Selanjutnya milenial lahir antara 1981-1997, dan terakhir Gen Z adalah yang lahir antara 1997-2012 atau bahkan 2015. 
Generasi ini mulai menapaki dunia kerja. Namun, umumnya parameter generasi ini tumpang tindih dengan patokan tahun lahir yang tidak pasti.

Jika berbicara soal Gen Z, tempat kerja yang mereka harapkan lebih didorong oleh keselarasan dengan moral dan pribadi mereka. Mereka akan berpikir sangat panjang tentang nilai-nilai karier dan prospek pekerjaan mereka. 
Sikap ini seharusnya menjadi parameter pemberi kerja mengingat pada 2025 nanti Gen Z akan membentuk lebih dari 27% dari total angkatan kerja di seluruh dunia. Generasi Z juga dikenal lebih teguh memperjuangkan nilai-nilai mereka dibandingkan dengan generasi lainnya.

Sebuah artikel yang pernah diterbitkan The New York Times menggambarkan ketertarikan Gen Z terhadap industri teknologi cenderung menurun. Padahal generasi sebelumnya, yakni milenial menilai teknologi banyak memberikan manfaat dan kemajuan pada kehidupan.  

Sebaliknya, banyak anggota Gen Z memiliki persepsi negatif dari industri teknologi dan meningkatnya kekhawatiran tentang etika praktik tertentu dalam dunia teknologi.

Sebuah studi Pew Research menemukan bahwa persentase orang Amerika yang merasa bahwa industri teknologi memiliki dampak positif pada masyarakat turun secara substansial dari 71% pada 2015 menjadi 50% pada 2019.

Beberapa anggota Gen Z memiliki keinginan untuk mengevaluasi perusahaan berdasarkan seperangkat standar moral yang melampaui preferensi di tempat kerja dan ini akan menjadi pertimbangan utama dalam memilih tempat kerja. Sebuah survei menemukan bahwa 51% konsumen Gen Z akan memastikan bahwa suatu merek selaras dengan nilai mereka sendiri sebelum melakukan pembelian.

img
Nadia Lutfiana Mawarni
Reporter
img
Ayu mumpuni
Editor

Untuk informasi menarik lainnya,
follow akun media sosial Alinea.id

Bagikan :
×
cari
bagikan