sun
moon
a l i n e a dot id
fakta data kata
logo alinea.id

Cerita penyintas Covid, awalnya tidak percaya

Masih banyak masyarakat di Indonesia yang tidak menerapkan protokol kesehatan dengan baik, sehingga penambahan positif Covid terus terjadi.

Ghalda Anisah
Ghalda Anisah Sabtu, 10 Okt 2020 12:10 WIB
Cerita penyintas Covid, awalnya tidak percaya
Informasi mutakhir perkembangan Covid-19 di Indonesia bisa dilihat di sini
Terinfeksi 406.945
Dirawat 58.868
Meninggal 13.782
Sembuh 334.295

Sejak coronavirus masuk ke Indonesia, banyak sekali pro dan kontra mengenai virus ini. Sebagian ada yang percaya dan beberapa juga tidak percaya. Itulah sebabnya masih banyak masyarakat di Indonesia yang tidak menerapkan protokol kesehatan dengan baik, sehingga penambahan kasus positif Covid-19 terus terjadi. 

Wakil Ketua Ombudsman RI yang juga penyintas Covid-19 Lely Pelitasari Soebekti mengatakan, sejak awal tidak percaya dengan Covid-19. Tetapi pandangannya berubah ketika dinyatakan positif virus ini.

Saat itu, Lely mengaku termasuk katagori orang tanpa gejala (OTG). Pemeriksaan swab dilakukan bukan karena ada gejala, melainkan karena kewajiban protokoler. 

“Pada saat tes, kondisi saya fit. Tetapi memang satu hari sebelum pengumuman, badan saya sedikit hangat dikit dan tenggorokan gatal. Tetapi tidak terlalu curiga karena rasanya biasa aja” tambah Lely dalam Bincang-Bincang ARM HA-IPB, Sabtu (10/10). 

Setelah dinyatakan positif, Lely mengaku mengkhawatirkan keluarganya yang tinggal serumah. Sebab mereka berarti masuk dalam kategori orang dalam pengawasan (ODP). Tetapi pada saat itu, Lely memilih untuk tidak panik karena khawatir menimbulkan kepanikan pada orang di sekitarnya. 

Direktur Utama Trihamas Syariah Finance Imam T Saptono menambahkan, dirinya dinyatakan positif Covid-19, setelah lima hari mengalami demam. Tanpa ada batuk, perubahan penciuman dan lainnya. 

“Setelah saya memberikan materi mengenai wakaf di alumni IPB, tiba-tiba mengigil tanpa sebab. Kemudian malam itu tidak bisa tidur, dan besok paginya selera makan hilang. Hari berikutnya ikut rapid test, karena tida ada swab jadi saya ikut tes yang menggunakan darah saja,” jelas Imam. 

Namun di hari berikutnya Imam mengikuti swab test, dan dua hari kemudian hasilnya positif. 

Sponsored

“Dua hari setelah dinyatakan positif, timbul sesak nafas. Meskipun tidak terlalu berat,” ujar Imam.

Mengenai perasaannya setelah dinyatakan positif, mantan dirut BNI Syariah ini mengaku termasuk orang yang percaya bahwa Covid itu ringan. Bisa diobati sejauh badan kuat dan sudah dilengkapi dengan vitamin.

Berita Lainnya