sun
moon
a l i n e a dot id
fakta data kata
logo alinea.id

Covid-19 dalam dongeng: Edukasi pandemi usia dini

Telah tujuh bulan lamanya anak-anak juga harus menyesuaikan diri dengan sekolah dalam jaringan.

Hermansah
Hermansah Sabtu, 24 Okt 2020 10:44 WIB
Covid-19 dalam dongeng: Edukasi pandemi usia dini
Informasi mutakhir perkembangan Covid-19 di Indonesia bisa dilihat di sini
Terinfeksi 534.266
Dirawat 66.752
Meninggal 16.825
Sembuh 445.793

Pandemi Covid-19 tak hanya memengaruhi kehidupan orang dewasa dengan bekerja dari rumah dan membatasi berbagai aktivitas luar rumah. 

Telah tujuh bulan lamanya anak-anak juga harus menyesuaikan diri dengan sekolah dalam jaringan, sehingga waktu untuk bertemu dan bermain dengan teman sekolah mulai mereka rindukan.

Anak-anak pun mulai bertanya, mengapa wabah coronavirus ini tak kunjung berakhir. Kapan kehidupan normal mereka akan kembali lagi seperti sedia kala sehingga dapat bermain tanpa batasan bersama teman-teman sebaya.

Untuk itu, perlu peran orang tua untuk memberikan pengertian kepada anak-anak mengenai situasi yang sekarang terjadi.

Psikolog anak dan keluarga Sani Budiantini Hermawan mengatakan, hal itu merupakan tantangan bagi orang tua, karena tidak semua anak mudah diberitahu mengenai situasi sekarang, terutama mereka yang masih berusia balita.

"Kalau usianya masih dini, maka pertama yang perlu kita lakukan adalah mempergunakan bahasa yang dimengerti agar anak paham. Kemudian kita juga harus jadi role model dengan memakai masker, rajin cuci tangan, dan lain-lain," kata dia.

Selain itu, orang tua tidak boleh memaksa agar tidak menyebabkan stres pada anak-anak. apalagi anak senang bermain ke luar untuk eksplorasi. Inilah yang menjadi tantangan bagi orang tua untuk membuat situasi harian anak terus menyenangkan dan anak tidak bosan di rumah.

Cara yang menyenangkan untuk mensosialisasikan mengenai Covid kepada anak itu bisa dilakukan dengan mendongeng. Menurut pendongeng PM Toh, saat mendongeng sebaiknya mempergunakan sejumlah benda-benda di rumah, seperti plastik, sepatu, atau setrika.

Sponsored

"Dengan benda-benda ini, orang tua bisa menjelaskan sesuatu kepada anak-anak. Kemudian membuat simbol-simbol apa itu coronavirus," ucap dia.

Berita Lainnya