sun
moon
a l i n e a dot id
fakta data kata
logo alinea.id

Mengulik alasan generasi sandwich begitu stres

Generasi sandwich menjadi kelompok rentan karena perbedaan kelas sosial dan etnis.

Nadia Lutfiana Mawarni
Nadia Lutfiana Mawarni Sabtu, 23 Apr 2022 19:16 WIB
Mengulik alasan generasi sandwich begitu stres

Generasi Sandwich atau generasi roti lapis adalah generasi terjepit. Mereka berada di tengah-tengah antara menghidupi anak maupun menghidupi orang tua. Istilah ini sering mengacu pada usia paruh baya yang harus memberikan dukungan kepada orang tua dan anak-anak mereka, baik secara finansial, fisik, maupun emosional.

Seperti ditulis BBC, kebutuhan multigenerasi ini menjadi lebih mendesak selama pandemi Covid-19. Pandemi membuat banyak orang makin terperangkap dalam ketidakpastian. Orang-orang yang sebelumnya menanggung beban ganda, sangat wajar bisa terjebak dalam stres berkepanjangan. Apalagi bagi generasi sandwich yang tidak memiliki sumber dukungan moral.

Generasi sandwich terjadi di seluruh dunia. Namun, di banyak negara kelompok ini memenuhi usia yang berbeda. Di Filipina, perempuan sebagai generasi terjepit cenderung berusia 30 hingga 35 tahun, sedangkan di Inggris dan Wales mereka biasanya berusia antara 45 sampai 54 tahun.

Di Inggris, sekitar 3% dari total populasi harus merawat lebih dari satu generasi. Baik mereka tinggal serumah atau tidak. Peneliti Kelompok Umur dalam Sistem Kependudukan di University of Southampton, Athina Vlachantoni, mengatakan generasi sandwich menjadi kelompok rentan karena perbedaan kelas sosial dan etnis. Orang-orang dari kelas menengah baik secara pekerjaan atau status sosial mengalami tekanan hidup yang lebih besar. Jumlah generasi roti lapis cenderung meningkat karena orang yang memiliki anak biasanya memiliki harapan hidup lebih panjang.

Sponsored

Di Inggris saat ini jamak dijumpai generasi double sandwich, yang artinya orang-orang berusia 60-an yang membantu merawat cucu-cucu mereka, yang memungkinkan orang-orang dewasa bekerja serta mendukung nenek mereka sendiri di usia 90-an. "Secara umum, kami tahu wanita cenderung memberikan perawatan pribadi yang lebih intensif kepada kerabat yang lebih tua daripada pria. Sementara pria memberikan dukungan untuk tugas-tugas praktis termasuk finansial," jelas Vlachantoni.

Kendati demikian, tingkat stres ini cenderung menurun ketika orang-orang dari generasi sandwich bisa berfikir secara sadar bahwa mereka memang harus merawat generasi yang lebih tua. Meski keuangan cenderung pas-pasan, perasaan senang merawat anggota keluarga bisa meningkatkan kebahagiaan dan menurunkan tingkat stres.

Berita Lainnya