logo alinea.id logo alinea.id

Ramai aktor ternama, syuting film Gundala tetap efisien

Resep Joko Anwar tetap efektif meski kumpulkan sejumlah aktor ternama.

Robertus Rony Setiawan
Robertus Rony Setiawan Jumat, 30 Agst 2019 16:25 WIB
Ramai aktor ternama, syuting film Gundala tetap efisien

Film Gundala karya Joko Anwar tengah menjadi buah bibir. Film super hero sarat pesan moral ini rupanya tidak hanya membekas bagi para penikmat film, tapi juga para pemainnya. 

Salah satu pemeran di film Gundala (2019), Kiki Narendra sangat terkesan dengan proses syuting film bersama sutradara Joko Anwar. Bagi Kiki yang telah membintangi beberapa judul film Indonesia ini, Joko Anwar paham betul dan detail soal karakter Gundala.

“Joko Anwar bisa menjawab semua pertanyaan kami sebagai pemain. Itu yang bikin kami percaya. Jadi saya mau terlibat penuh,” kata Kiki saat pemutaran perdana di Epicentrum XXI, Karet, Kuningan, Jakarta Selatan, Rabu (28/8).

Kiki mengaku, keinginannya terlibat dalam film Gundala karena faktor Joko Anwar. Baginya sutradara yang juga mantan wartawan benar-benar piawai dalam memproduksi film. 

Belum lagi, sederet nama aktor dan aktris papan atas terlibat penuh di film yang menjadi pembuka dari jagat sinema Bumilangit ini. Mereka adalah Abimana Aryasatya sebagai Gundala atau Sancaka dewasa, Tara Basro sebagai Wulan/Merpati, Bront Palarae sebagai Pengkor, Rio Dewanto dan Marissa Anita selaku ayah dan ibu Sancaka. 

Ada pula nama lain, seperti: Ario Bayu, Pevita Pearce, Chelsea Islan, Aqi Singgih, dan Putri Ayudya, serta aktor senior Arswendi Bening Swara dan Maria Oentoe.

Bahkan terdapat pemain tambahan atau extras sebanyak 1.800 orang. Proses syuting pun berlangsung seru. Kiki mengungkapkan, dalam beberapa adegan tak sampai berlama-lama untuk mengambil gambar.

“Cukup satu atau dua shoot, langsung selesai. Kita juga heran, Bang Joko seefektif itu kerjanya. Gue juga salut dengan tim, yang bisa mengatur jadwal syuting supaya bisa melibatkan pemain sebanyak itu,” ucapnya.

Sponsored

Selain itu, bagi Kiki, Joko Anwar memberi kebebasan kepada para pemain untuk mengembangkan karakter tokoh sesuai dengan interpretasi pribadinya. Tak hanya itu, semua proses seperti diskusi bersama pemain, reading naskah, dan pengembangan karakter dijalani dengan menyenangkan dan seru.

“Itu benar-benar diskusi yang asyik, secara dua arah. Joko Anwar tidak sebatas menyuruh, tapi memungkinkan kita bermain dengan total,” kata Kiki mengungkapkan.

Genre Beragam

Kiki juga mengungkapkan, dibandingkan film Indonesia pada umumnya, dalam Gundala ada sekitar 95 pemeran yang diharuskan menyampaikan dialog. Hal ini, menurut dia, menjadi tuntutan bagi semua aktor dan extras yang terlibat di film ini untuk benar-benar bisa berakting.

“Sembilan puluh lima itu banyak banget. Biasanya film-film Indonesia lain hanya sekitar 50 orang pemeran yang berdialog,” kata dia.

Sementara menurut produser film Gundala dari Ideasource Entertainment, Wicky V Olindo, jagat sinema Bumilangit yang mencakup 8 film jagoan diproduksi bertujuan menyajikan pilihan genre film beragam bagi penonton.

Ditemui secara terpisah, Wicky mengatakan, Gundala menjadi suatu tawaran kepada penonton film Indonesia untuk dapat menikmati cerita dengan genre di luar horor dan komedi.

“Kami ingin menyajikan keberagaman genre film bagi penonton film Indonesia. Kami belum tahu tema jagoan dalam film Gundala ini bisa diterima atau tidak, tetapi kami berupaya sebaik mungkin,” ucap Wicky.

Meski tidak mematok target jumlah penonton film Gundala, Wicky mengungkapkan pihaknya telah mempromomosikan film ini dengan beragam cara, seperti melalui televisi, media sosial, dan roadshow ke daerah-daerah.