sun
moon
a l i n e a dot id
fakta data kata
logo alinea.id

Studi: Main boneka bisa kembangkan keterampilan sosial anak

Sayangnya, hanya 26% dari 15.000 orang tua yang mengetahui hal ini.

Ghalda Anisah
Ghalda Anisah Selasa, 24 Nov 2020 22:38 WIB
Studi: Main boneka bisa kembangkan keterampilan sosial anak
Informasi mutakhir perkembangan Covid-19 di Indonesia bisa dilihat di sini
Terinfeksi 882.418
Dirawat 138.238
Meninggal 25.484
Sembuh 718.696

Studi terbaru Universitas Cardiff, Inggris, menyebutkan, permainan boneka mengaktifkan daerah otak yang memungkinkan anak-anak mengembangkan empati dan keterampilan pemrosesan informasi sosial, termasuk saat bermain sendirian, dibandingkan bermain tablet.

Penelitian tersebut, yang menggunakan pendekatan ilmu saraf (neurosains) untuk pertama kalinya, dilakukan Barbie dan tim ahli saraf Universitas Cardiff. Tujuannya, mengeksplorasi dampak positif permainan boneka terhadap anak-anak.

Anak-anak yang bermain boneka lebih bermanfaat dibandingkan bermain tablet karena dapat belajar bagaimana mengantisipasi kebutuhan orang lain, merencanakan perilaku dan tindakan, memikirkan emosi orang lain, serta keterampilan diplomasi dan bagaimana menyelesaikan permasalahan. Faedah bermain boneka sendirian juga terbukti sama, baik untuk anak laki-laki maupun perempuan.

Untuk memahami relevansi penelitian ini, Barbie secara independen melakukan survei terhadap 15.000 orang tua di 22 negara. Hasilnya, 91% orang tua menilai empati sebagai keterampilan sosial utama yang ingin mereka kembangkan pada anak mereka, tetapi hanya 26% yang menyadari bermain boneka dapat membantu anak mereka mengembangkan keterampilan itu.

Kenormalan baru (new normal) saat pandemi Covid-19 mendorong orang tua harus lebih memperhatikan perkembangan anak-anak. Apalagi, kebijakan jaga jarak dan belajar dari rumah berpotensi membuat si buah mati merasa terisolasi, membatasi kesempatan bermain di luar, dan berinteraksi dengan teman-teman mereka. 

Hal-hal tersebut berpeluang menghambat proses tumbuhnya empati dan keterampilan sosial. Karenanya, orang tua senantiasa mencari cara untuk memastikan semua aktivitas anak di rumah bermanfaat bagi tumbuh kembang mereka. 

SVP dan Global Head of Barbie and Dolls at Mattel, Lisa McKnight, mengatakan, pihaknya memahami jika bermain boneka berdampak positif terhadap anak-anak. Namun, belum memiliki data ilmiah yang menunjukkan manfaat tersebut.

“Temuan penelitian ini mengungkapkan, bahwa bermain boneka, seperti Barbie, menawarkan manfaat positif dalam mempersiapkan anak untuk masa depan melalui pemupukan keterampilan sosial, seperti empati. Kami ingin senantiasa menginspirasi potensi yang tak terhingga dari anak-anak dan kami dengan bangga mempersembahkan boneka yang mendorong keterampilan mereka," katanya, Selasa (24/11).

Sponsored

"Kami juga mengerti, bahwa hal ini sangat diinginkan oleh orang tua dan merupakan penentu kesuksesan emosional, akademik, dan sosial anak di masa depan," sambung dia.

Boneka Barbie, terang Lisa, dirancang sedemikian rupa untuk mendorong imajinasi anak-anak dan membantu mereka menciptakan cerita sendiri melalui semua boneka dan rangkaian mainan.

Hasil riset tersebut, menurutnya, memperkuat tujuan Barbie untuk menginspirasi potensi tak terhingga pada setiap anak dan menawarkan manfaat penting bagi orang tua untuk perkembangan anak. 

Sementara itu, ahli ilmu empati, penulis, dan psikolog pendidikan terkemuka, Michele Borba, menjelaskan, temuan Universitas Cardiff dan Barbie ini luar biasa dan relevan dengan kehidupan saat ini. Pangkalnya, tengah terjadi pembatasan interaksi sosial yang dapat dialami anak-anak.

"Anak-anak yang telah mengembangkan empati dan keterampilan sosial sejak dini terbukti dapat memiliki nilai yang lebih baik, bertahan di sekolah lebih lama, dan membuat pilihan yang lebih baik secara keseluruhan. Memahami anak-anak dapat mengembangkan keterampilan ini melalui bermain dengan boneka, seperti Barbie, adalah hal yang luar biasa dan sangat berguna bagi orang tua," tuturnya.

Oleh karena itu, Barbie dalam rangka memperingati Hari Anak Sedunia 2020, di mana aktivitas anak lebih terbatas dibandingkan biasanya, mendorong orang tua mendukung aktivitas anak untuk membantu tumbuh kembangnya, termasuk bermain boneka. Alasannya, mendorong anak-anak menjadi apa pun yang diinginkan selain mengembangkan keterampilan sosial.

Beberapa waktu yang lalu, kata Lisa, pihaknya menginspirasi anak perempuan untuk mengejar impian mereka di bidang olahraga melalui kampanye "Barbie, You Can be an Athlete".

Melalui kampanye ini, Barbie memberikan penghargaan kepada Nyimas Bunga Cinta sebagai panutan dalam bidang olahraga atas prestasinya sebagai peraih medali termuda Asian Games 2018 untuk menginspirasi atlet muda di Indonesia.

Berita Lainnya