logo alinea.id logo alinea.id

Studi: pecinta kopi hidup lebih lama

Para peneliti menemukan risiko kematian yang lebih rendah di antara penikmat kopi.

Khairisa Ferida
Khairisa Ferida Rabu, 04 Jul 2018 16:43 WIB
Studi: pecinta kopi hidup lebih lama

Bagi mereka yang suka menyesap secangkir kopi pada pagi hari, dan beberapa cangkir lagi setelahnya, ada kabar baik. 

Seperti dikutip dari ABC News, Rabu (4/7), menurut sebuah studi baru yang dirilis dalam Journal of the American Medical Association (JAMA), para pecinta kopi dapat hidup lebih lama. Studi ini mengamati nyaris 500 ribu orang dewasa di Inggris selama 10 tahun.

Para peneliti menemukan risiko kematian yang lebih rendah di antara penikmat kopi, termasuk mereka yang menyesap delapan cangkir atau lebih di setiap harinya.

"Temuan ini memberikan kepastian lebih lanjut bahwa menyesap kopi dapat menjadi bagian dari diet sehat," tulis para peneliti.

Bahkan menyesap kurang dari satu cangkir kopi per hari menurunkan risiko kematian dini 6%, ungkap studi tersebut. Satu cangkir kopi menurunkan risiko kematian hingga 8%. Minum 8 gelas atau lebih per hari menurunkan risiko kematian sebesar 14%, menurut para peneliti.

Risiko kematian yang lebih rendah berlaku pada kopi berkafein dan kopi tanpa kafein. Para peneliti terkemuka meyakini bahwa nilai kopi terletak pada biji kopinya.

"Senyawa dalam kafein dan biji kopi, yakni polifenol, antioksidan, dan magnesium dapat mengurangi peradangan, yang menurunkan resistansi insulin," ujar Jennifer Ashton, Kepala Koresponden Medis ABC News. 

"Semua ini benar-benar bermanfaat bagi kesehatan kepala sampai kaki Anda secara keseluruhan," imbuhnya.

Sponsored

Meski demikian, menurut Ashton, tidak dapat dipungkiri bahwa setiap orang memiliki kepekaan berbeda terhadap kopi. 

Yang patut diingat, menambahkan campuran lain seperti krim, gula, dan krim kocok akan sangat meningkatkan kalori, serta kemungkinan meniadakan efek positif kopi itu sendiri.

Bagaimanapun, temuan studi baru ini mengirim sinyal positif bagi para penikmat kopi. "Keseluruhan data secara solid mendukung manfaat kopi," tegas Ashton.