sun
moon
a l i n e a dot id
fakta data kata
logo alinea.id

Tips ibadah umrah yang aman di era pandemik

Prosedur keberangkatan ibadah umrah saat pandemik, sangat berbeda dengan ibadah umrah pada saat normal.

Ghalda Anisah
Ghalda Anisah Kamis, 12 Nov 2020 08:02 WIB
Tips ibadah umrah yang aman di era pandemik
Informasi mutakhir perkembangan Covid-19 di Indonesia bisa dilihat di sini
Terinfeksi 557.877
Dirawat 77.969
Meninggal 17.355
Sembuh 462.553

Pemerintah Arab Saudi telah mengizinkan jemaah luar negeri untuk melaksanakan ibadah umrah sejak (1/11). 

Direktur Bina Umrah dan Haji Khusus Kementerian Agama Arfi Hatim menjelaskan, pemerintahan Arab Saudi  sudah mengeluarkan beberapa kebijakan, khususnya mengenai protokol kesehatan dalam menjalankan ibadah umrah, terutama dalam menjalankan ibadah umrah di Masjidil Haram.

“Yang pertama tentu waktu yang disediakan terbatas, dan ada pemandu yang mendampingi guna memastikan pelaksanaan umrah di Masjidil Haram mulai dari tawaf, sai, hingga selesai betul-betul harus sesuai dengan protokol kesehatan,” jelas Arfi. 

Di saat melakukan pelaksanaan ibadah umrah, ada petugas khusus yang ditugaskan untuk memastikan agar tetap aman dan terjaga. Yang perlu diingat, kesempatan kepada warga negara di luar Arab Saudi memiliki konteks uji coba. 

“Tentu dari hasi uji coba ini pastinya akan ada evaluasi. Bisa jadi di lapangan ada beberapa dinamika perubahan dari kebijkan arab Saudi yang telah disampaikan sebelum tanggal satu, untuk pencegahan Covid-19 ini,” kata Arfi dalam seri webinar, Rabu (11/11).

Di kesempatan yang sama, salah satu jemaah umrah Nana Sujana Gaido menjelaskan, mengenai pelaksanaan ibadah umrah. 

“Kami harus mengurus semua persyaratan yang dibutuhkan untuk umrah pada masa pandemik ini,” jelas Sujana. 

Prosedur keberangkatan ibadah umrah saat pandemik, sangat berbeda dengan ibadah umrah pada saat normal. Salah satunya adalah ketika jemaah sudah menerima visa keberangkatan, jemaah diharuskan melaksanakan swab test

Sponsored

“Setelah swab test, tidak diizinkan bertemu siapapun bahkan keluarga untuk mengantar ke bandara. Ini sesuai dengan permintaan dari pemerintah Arab Saudi,” jelas Sujana.

Setelah sampai di Jeddah, jemaah umrah diatur untuk menjaga jarak dan menerapkan protokol kesehatan. Lalu jemaah diarahkan untuk masuk ke counter kesehatan kementerian Arab Saudi, mengisi kuesioner dan menandatangani kesediaan mematuhi protokol kesehatan yang diterapkan di Arab Saudi. 

“Setelah semuanya selesai, kami langsung dievakuasi ke hotel selama dua hari dan melakukan swab test kembali sebelum melakukan ibadah umrah dan ketika hasilnya negatif, barulah diperbolehkan melaksanakan ibadah umrah yang pastinya tetap menjaga dan mematuhi protokol kesehatan,” papar Sujana. 

Dalam melaksanakan ibadah umrah, jemaah didampingi beberapa pendamping, di antaranya kementerian pelaksanaan ibadah haji dan umroh Arab Saudi, tim kesehatan dari Arab Saudi dan mutowif yang bertugas untuk mengantarkan ke Masjidil Haram.

“Pengecekan suhu di Masjidil Haram tidak lagi dilakukan karena di hotel sudah terlebih dahulu di tes kesehatan, agar bisa ke luar menuju Masjidil Haram untuk malaksanakan tawaf, sai dan ibadah lainnya,” tambah Sujana. 

Berita Lainnya