logo alinea.id logo alinea.id

Akibat terlalu sering menggunakan media sosial

Komunikasi melalui media sosial sangat terbatas dan tak efektif dalam menyampaikan maksud antarpihak.

Robertus Rony Setiawan
Robertus Rony Setiawan Senin, 11 Feb 2019 20:28 WIB
Akibat terlalu sering menggunakan media sosial

Kemajuan teknologi membuat perilaku berkomunikasi seseorang beralih, dari bertatap muka langsung ke komunikasi dunia maya. Media sosial macam Facebook, Twitter, dan Instagram memangkas jarak dan biaya, ketimbang bersua langsung. Kini, manusia bisa berkomunikasi, hanya dengan gawai dalam genggaman.

Saat ini, memiliki media sosial, tentu bukan hal yang aneh. Bahkan, seorang pengguna media sosial, ada yang memiliki lebih dari satu jenis media sosial dan banyak akun.

Seorang karyawan perusahaan penerbitan Firdaus Solihin merupakan salah seorang pengguna media sosial. Dia memanfaatkan media sosial untuk pekerjaannya. Sebagian jadwal acara dan produk kantornya, dia promosikan melalui Instagram.

“Biasanya kalau ada diskusi buku, atau promo acara lomba menulis yang kita adakan, kita share lewat Instagram,” kata Firdaus saat dijumpai reporter Alinea.id di Perpustakaan Nasional, Jakarta Pusat, Jumat (8/2).

Sponsored

Lain halnya dengan Aziz. Pria 24 tahun ini aktif memakai beragam media sosial. Dia memiliki akun Instagram, Facebook, dan Line.

Bukan tanpa alasan mahasiswa Universitas Mercu Buana, Jakarta ini memiliki aneka media sosial. Dia mengaku, cukup sering meluapkan ekspresinya lewat media sosial. Dia kerap membagikan status, bila tengah menghadapi masalah.

Terlalu sering menggunakan media sosial memicu stres.