sun
moon
a l i n e a dot id
fakta data kata
logo alinea.id

Deretan kasus polisi koboi

Kasus polisi koboi kembali terjadi. Motifnya terkesan konyol.

Marselinus Gual
Marselinus Gual Minggu, 07 Mar 2021 14:33 WIB
Deretan kasus polisi koboi
Informasi mutakhir perkembangan Covid-19 di Indonesia bisa dilihat di sini
Terinfeksi 1.341.314
Dirawat 153.074
Meninggal 36.325
Sembuh 1.151.915

 Seorang polisi berinisial Bripka CS ditangkap karena menembak tiga warga sipil dan seorang personel TNI di RM Kafe, Cengkareng, Jakarta Barat, Kamis (4/3) lalu. Bripka CS mengamuk lantaran ditagih biaya minum-minum saat pulang dari kafe tersebut. 

Akibat peristiwa tersebut, tiga orang tewas dan satu lainnya terluka. Kini, kasus Bripka CS tengah ditangani oleh Polda Metro Jaya. Selain dipecat dari kepolisian, pelaku terancam hukuman hingga 15 tahun penjara. 

Ini bukan kali pertama kasus polisi koboi terjadi. Pada Juli 2019, kasus penembakan oleh personel kepolisian juga terjadi di Depok, Jawa Barat. 

Ketika itu, Brigadir Rangga Tianto menembak rekannya sendiri Bripka Rahmat di Polsek Cimanggis. Rangga kalap karena Rahmat tak mau membebaskan keponakannya, FZ, yang ditahan karena membawa senjata tajam saat tawuran. 

Dua tahun sebelumnya, tepatnya pada Oktober 2017, kasus serupa juga terjadi. Bripka BT menembak dua rekannya, Brigadir BW dan Brigadir AS di lokasi pengeboran sumur minyak PT Sarana Gas Trembul, Blora. Usai peristiwa tersebut, Bripka BT bunuh diri. 

Komisioner Komisi Kepolisian Nasional (Kompolnas) Poengky Indarti menilai berulangngnya kasus-kasus polisi koboi mengindikasikan belum tuntasnya reformasi kultural Polri. Menurut dia, personel Polri masih kerap dipersepsikan sebagai tukang pungli, arogan, dan bergaya hidup mewah. 

"Reformasi kultural Polri harus terus disuarakan. Polri juga harus meningkatkan perhatian, pembinaan, serta pengawasan kepada anggota agar bisa benar-benar berubah," kata Poengky saat dihubungi Alinea.id.

Kasus Bripka CS, lanjut Poengky, merupakan cerminan betapa mudahnya peluru tajam terhambur dari senjata personel Polri. Padahal, meskipun sedang mengejar tersangka, polisi seharusnya tak boleh sembarangan meletuskan senjata. 
 

Sponsored

Infografik Alinea.id/Muji Prayitno

Berita Lainnya