sun
moon
logo alinea.id logo alinea.id
Devy Munir

Butuh kolaborasi untuk penerapan smart city

Devy Munir Jumat, 08 Nov 2019 21:54 WIB

Smart city atau kota pintar adalah kota yang dapat mengelola berbagai sumber dayanya secara efektif dan efisien untuk menyelesaikan berbagai tantangan kota menggunakan solusi inovatif, terintegrasi, dan berkelanjutan untuk menyediakan infrastruktur dan memberikan layanan-layanan kota yang dapat meningkatkan kualitas hidup warganya dan menjadi kebutuhan pengembangan oleh suatu pemerintahan dalam mendukung penguatan peran pelayanan publik. 

Penerapan smart city di Indonesia membutuhkan kolaborasi dari semua pemangku kepentingan bukan kompetisi agar terwujud masyarakat yang Indonesia yang cerdas. Kolaborasi sebagai kata kunci untuk mendorong pemanfaatan teknologi dalam pembangunan di berbagai kota/kabupaten di seluruh Indonesia.

Smart city bertujuan mewujudkan kota yang cerdas dalam melakukan pelayanan terhadap masyarakat hingga mampu menjadikan masyarakatnya lebih sejahtera. Perwujudan pelayanan yang semakin cerdas ini salah satunya dengan pemanfaatan teknologi dalam menjawab tantangan maupun peluang yang dihadapi kota dan kabupaten di Indonesia.

Ada beberapa kerja sama antar daerah yang bisa dilakukan dalam smart city, yakni kerja sama dalam rangka replikasi aplikasi smart city, penerapan e-government serta pengembangannya, seperti: (1) Kota Bandung dengan beberapa Kota/Kabupaten; (2) Kota Semarang dengan beberapa kota/kabupaten.

Kerja sama dilakukan dengan mitra untuk bisa membangun wacana serta meningkatkan kapasitas, saling bertukar informasi dan pengalaman dalam pengembangan smart city.

Tidak heran jika beberapa aplikasi direkomendasikan oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) kepada kota/kabupaten karena dinilai mendukung pelaksanaan pemerintahan yang bersih dan akuntabel.

Tantangan 

Ada beberapa tantangan yang perlu diselesaikan untuk bisa mewujudkan smart city, yakni persoalan kepemimpinan, sumber daya manusia, inovasi, kreatif. Hal itu penting karena dibutuhkan kemauan dari pimpinan daerah untuk mengadopsi smart city. Jika sudah ada, harus juga didukung oleh sumber daya manusia yang mumpuni.

Selain itu, untuk mewujudkan smart city juga harus memperhatikan sejumlah aspek, seperti keamanan, regulasi, teknologi, infrastruktur dan anggaran. Jangan sampai penerapan smart city yang dilakukan sebuah daerah menjadi sia-sia karena melanggar regulasi yang ada serta tidak mempergunakan teknologi yang tepat guna.

Menuju kota pintar dan inovatif

Untuk mewujudkan kota yang pintar, berkualitas, berdaya saing berbasiskan teknologi dan inovasi, tentunya perlu mengembangkan sumber daya manusia kota yang handal dan berdaya saing.

Di antaranya dengan meningkatkan infrastruktur kota yang fungsional, menciptakan kota layak huni yang berwawasan lingkungan. Sekaligus mengembangkan ekonomi kerakyatan yang berbasis inovasi dan produk unggulan serta meningkatkan tata kelola yang berbasis teknologi informasi. Sekaligus pemanfaatan teknologi dan Inovasi dalam meningkatkan kualitas dan memberikan kemudahan pelayanan publik kepada masyarakat.

Oleh karena itu perlu mendorong semangat kolaborasi antar pemerintah kota maupun dengan kabupaten agar dapat mempercepat terwujudnya smart city atau kota yang cerdas dalam melakukan proses pembangunan di daerah. 

Itulah sebabnya program smart city saat ini sudah bukan pilihan lagi, namun sudah menjadi keniscayaan dalam proses pelaksanaan pembangunan agar terwujud masyarakat Indonesia yang cerdas.