sun
moon
a l i n e a dot id
fakta data kata
logo alinea.id
Suroto

Pandemi, koperasi, dan agenda demokratisasi ekonomi

Suroto Rabu, 21 Okt 2020 16:49 WIB
Informasi mutakhir perkembangan Covid-19 di Indonesia bisa dilihat di sini
Terinfeksi 1.341.314
Dirawat 153.074
Meninggal 36.325
Sembuh 1.151.915

Kesempatan pandemi

Di masa pandemi saat ini, kalau kita mau konsisten dan ingin menciptakan pertumbuhan ekonomi yang berkeadilan, maka koperasi bisa menjadi angin segar. Ini semua akan terjadi kalau kita ingin menjalankan visi sesuai sistem ekonomi yang diamatkan UUD dan juga hargai gotong royong dan Pancasila. 

Kesenjangan sosial ekonomi yang parah saat ini, kerusakan lingkungan akibat motif eksploitasi untuk semata profit, dan bentuk penindasan kemanusiaan di dalam bisnis keseharian mestinya segera diakhiri dengan model perusahaan koperasi, atau setidaknya perusahaan yang berada dalam kendali orang banyak secara demokratik.

Seperti misalnya perusahaan yang membagi saham pada buruhnya dalam model ESOP (employee share ownership programme), yang belum lama ini gencar dikampanyekan oleh salah satu bakal calon Presiden Amerika Serikat Bernie Sanders yang mendapat apresiasi luas kelompok milenial. 

Pandemi ini adalah kesempatan yang baik untuk masyarakat bahwa hidup sehari hari kita, ternyata tidak bisa lagi digantungkan nasibnya pada segelintir orang pemilik modal.

Koperasi adalah praktik paling nyata demokrasi dapat bekerja dalam ruang hidup keseharian. Koperasi juga terbukti dalam setiap krisis ekonomi yang terjadi di negara-negara yang kuat justru mampu berfungsi sebagai rompi pengaman masyarakat ketika korporasi swasta kapitalis tumbang. 

Penelitian serius ILO pada 2010 juga menyatakan, banyak koperasi justru bertumbuh positif karena kesadaran masyarakat yang menganggap penting untuk mengontrol investasi mereka di tangan mereka sendiri, ketika korporasi besar berbasis modal mulai tumbang dan hanya andalkan bantuan talangan pemerintah (bailout). 

Apalagi di masa pandemi saat ini, di mana seharusnya ekonomi tetap bisa diamankan tetapi karena korporasi besar swasta kapitalis sudah buru buru memecat karyawannya, karena omset perusahaan menurun. Lalu daya beli masyarakat jadi semakin lemah dan dampaknya menghantam kondisi ekonomi kita menjadi terkoreksi negatif hingga 5,2% di kuartal pertama. Di mana diperkirakan menjadi krisis ekonomi di kuartal selanjutnya. Kodisi ini akan diperparah karena skema yang dikembangkan dalam Program Pemulihan Ekonomi Nasional ( PEN) ternyata hanya lebih banyak berikan keuntungan bagi pengusaha besar kapitalis.

Sponsored

Masyarakat harusnya juga mulai sadar, dengan adanya pandemi ini mereka perlu menggairahkan kerja sama bukan bersaing, untuk membangun bisnis di berbagai sektor. 

Ini adalah justru jadi kesempatan yang baik ketika importasi terhambat harusnya sektor ekonomi domestik dan lokal terutama pangan dan energi terbarukan dikembangkan. Kita bisa sudahi importasi pangan berlebihan yang selama ini terus merebut kesadaran kita.

Data Biro Pusat Statistik (BPS) yang menyatakan ekonomi pertanian tetap tumbuh 16% pada kuartal II, mestinya diikuti dengan pengembangan kelembagaan petani agar mereka tidak terpuruk terus diterkam mafia kartel pangan yang bersembunyi dibalik keistimewaan import pangan. 

Perkembangan teknologi

Perkembangan teknologi terutama teknologi informasi memang berkembang sangat pesat saat ini. Koperasi juga harus mengembangkan inovasi basis teknologi dan adaptif. 

Tetapi teknologi itu sifatnya tidak teknikal saja melainkan teknologis. Jadi bukan hanya berfungsi teknis memperlancar cara kerja atau bergeraknya sebuah arus barang atau transaksi. Melainkan juga mengatur pola perhubungan antara kondisi sosio kulutur masyarakat, manajemen dan juga alat seperti teknologi informasi seperti yang sedang berkembang pesat saat ini. Ini tentu harus disesuaikan dengan tingkat kebutuhan riil anggotanya. 

Jadi teknologi bagi koperasi itu adalah penting dan banyak inovasi berbasis teknologi yang dikembangkan oleh koperasi itu mampu menjawab kebutuhan masyarakat. Seperti misalnya ditemukanya layanan ATM yang mulanya dikembangkan oleh koperasi kredit di Canada. Ini karena anggota koperasi membutuhkan layanan individual yang tidak mungkin ditemukan awalnya oleh bank konvensional, karena basis mereka bukan orang pribadi melainkan korporasi. 

Itu kenapa koperasi kredit di Kanada misalnya, menjadi bank of the year dan satu koperasi saja seperti Koperasi Desjardin bisa empat kali lipat asetnya dibandingkan Bank BRI kita. 

Berita Lainnya