sun
moon
a l i n e a dot id
fakta data kata
logo alinea.id

'Bangkit Wisata Jakarta': Lomba video kreatif dan anugerah jurnalistik 2022 se-Jabodetabek

Video kreatif boleh pula menyoroti UMKM, yang amat penting, karena UMKM menjadi bidang yang sangat terpuruk dalam pandemi Covid-19.

Arpan Rachman
Arpan Rachman Rabu, 30 Mar 2022 19:57 WIB
'Bangkit Wisata Jakarta': Lomba video kreatif dan anugerah jurnalistik 2022 se-Jabodetabek

Ikatan Jurnalis Televisi Indonesia (IJTI) Jakarta Raya meluncurkan pembukaan pendaftaran Lomba Video Kreatif dan Anugerah Jurnalistik 2022 dengan tema 'Bangkit Wisata Jakarta'.

Tema 'Bangkit Wisata Jakarta' itu diambil, karena panitia lomba merasa bahwa selama tiga tahun terakhir, ibu kota Jakarta dan sekitarnya mengalami dampak terparah pandemi Covid-19. Yang paling terdampak ialah pelaku ekonomi di bidang wisata.

"Kami bersama Disparekraf (Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Provinsi DKI Jakarta) dan Pemprov DKI Jakarta serta IJTI meluncurkan lomba video kreatif dan anugerah jurnalistik tahun 2022 dengan tema 'Bangkit Wisata Jakarta' dan subtema 'berwisata yang aman dan nyaman di masa pandemi'," kata Ketua Panitia, Ferdi Setiawan, Kepala Bidang Konvergensi Media IJTI Jakarta Raya.

Menurut Ferdi, di masa Jakarta menerapkan PPKM (Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat) level tiga, lomba ini sengaja melibatkan jurnalis televisi di Jakarta dan sekitarnya. Juga melibatkan peran serta dari mahasiswa dan siswa-siswa SMA yang memiliki hobi menciptakan video kreatif atau konten kreator.

"Membuat video dokumentasi untuk memberi gambaran buat masyarakat bahwa para remaja di Jakarta sangat kreatif dengan kegiatan-kegiatan positif," ujarnya seraya menambahkan bahwa lomba ini memperebutkan hadiah total spektakuler sebesar puluhan juta rupiah.

Ferdi meneruskan, lomba meliputi dokumentasi atau vlog tentang destinasi wisata di mana destinasi wisata itu menerapkan protokol kesehatan yang ketat dan prosedur standar operasional sesuai prokes Covid-19. Tujuannya guna memberikan pengetahuan kepada publik jika ingin berwisata ke tempat wisata. Bagaimana standar prokes diterapkan, apakah menenuhi standar pemerintah.

Sasarannya memberikan pemahaman kepada publik bahwa berwisata di Jakarta itu aman, asalkan dengan cara menerapkan prokes yang ketat dan pihak pengelola juga menyediakan fasilitas kesehatan untuk mengurangi tertularnya penyakit Covid-19.

Video kreatif boleh pula menyoroti UMKM (Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah), yang amat penting, karena UMKM menjadi bidang yang sangat terpuruk dalam pandemi Covid-19 selama dua tahun terakhir. Para peserta diharapkan bisa membuat video kreatif tentang bangkitnya UMKM di Jakarta yang berhubungan dengan kegiatan wisata. Itu diharapkan bisa menginspirasi UMKM-UMKM di daerah lain untuk juga bangkit.

Sponsored

"Selanjutnya, transportasi. Kita ingin agar transportasi di ibu kota ini menjadi salah satu pintu masuk ketika melakukan perjalanan ke tempat wisata. Jadi, prokes di transportasi seperti TransJakarta, KRL, ojol, dan transportasi lain. Kita bisa menyorotinya dan memberikan gambaran kepada publik bahwa transportasi juga telah menerapkan prokes sehingga bisa dijadikan sebuah video kreatif atau materi untuk liputan para jurnalis di Jakarta," ucap Ferdi.

Ditambahkan, video kreatif tentang komunitas juga menarik. Banyak sekali komunitas di Jakarta yang tidak bisa bergerak karena kegiatan mereka dikurangi dalam masa PPKM level tiga. Bagaimana siasat komunitas ini untuk kembali hadir menyemarakkan wisata Jakarta, itu juga menarik untuk menjadi materi pemberitaan untuk jurnalis dan mahasiswa serta siswa SMA.

Terakhir, layanan kesehatan (yankes). Yankes ini sangat kompleks, bisa yankes di tempat wisata dan sarana transportasi, apapun itu, yang berhubungan dengan yankes sesuai dengan prokes dan sesuai dengan aturan PPKM level tiga yang berlaku.            
Kategori lomba ditujukan untuk pelajar, mahasiswa, dan jurnalis. Syarat dan ketentuan umum mencakup peserta harus warga Jabodetabek dengan bukti scan KTP. Warga Jabodetabek ini dianggap penting karena merupakan daerah penyangga aglomerasi dari ibu kota untuk menggairahkan kembali wisata di DKI Jakarta. Ketentuan kedua, perlombaan ini tidak dipungut biaya atau gratis.

Ketiga, pengambil obyek video karya jurnalistik harus di DKI Jakarta. Keempat, jika mahasiswa atau pelajar harus menyertakan scan kartu pelajar atau kartu mahasiswa. Jika peserta merupakan jurnalis, maka harus melampirkan scan kartu pers.

"Video jurnalistik harus dijamin asli dan tidak merupakan comot-comotan dari video lain. Jadi, harus video asli karya peserta. Video untuk pelajar dan mahasiswa itu maksimal 5 menit. Untuk jurnalis, minimal 5 menit," seru Ferdi.

Jadi, katanya, panitia membedakan kualitas antara hasil karya dari jurnalis dan mahasiwa serta pelajar. Video karya jurnalistik itu ketika sudah dikirim ke panitia akan menjadi hak dari panitia dan tentu saja dewan juri mutlak dan tidak dapat diganggu gugat.

Berita Lainnya