sun
moon
a l i n e a dot id
fakta data kata
logo alinea.id

Ikhtiar mencapai budaya K3 melalui liputan baru di Indonesia

Diketahui, pandemi Covid-19 menyadarkan betapa K3 menjadi sistem dan budaya semakin relevan.

Arpan Rachman
Arpan Rachman Minggu, 27 Feb 2022 14:02 WIB
Ikhtiar mencapai budaya K3 melalui liputan baru di Indonesia

Anugerah Karya Jurnalistik Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) di Masa Pandemi COVID-19 diselenggarakan Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Indonesia dan International Labour Organization i(ILO). Antusiasme jurnalis atas kompetisi ini cukup besar karena ada 124 artikel yang terbit di media cetak dan online serta 91 karya foto telah dinilai oleh dewan juri.

"ILO dan AJI Indonesia meluncurkan kompetisi sejak 14 Desember tahun lalu untuk mendorong pelaporan yang luas dan berkualitas dari isu yang dikeluarkan dan untuk mendukung pencapaian budaya keselamatan dan kesehatan kerja di Indonesia melalui liputan baru," kata Direktur ILO untuk Indonesia dan Timor Leste Michiko Miyamoto.

Ditambahkannya, kompetisi ini juga mencakup alasan ILO berinteraksi dengan jurnalis untuk meningkatkan kesadaran mengenai kebutuhan mendesak akan perlindungan berkelanjutan terhadap keselamatan dan kesehatan pekerja, terutama selama Covid-19.

"Memastikan kesiapsiagaan dan respons yang lebih baik terhadap perlindungan masa depan untuk krisis kesehatan yang mempengaruhi dunia kerja melalui budaya keselamatan dan kesehatan preventif yang solid," ujarnya.

Diketahui, pandemi Covid-19 menyadarkan betapa K3 menjadi sistem dan budaya semakin relevan. Dengan K3, maka kecelakaan kerja, cedera, penyakit, bahkan kematian bisa dicegah. Menurut data Badan Pusat Statistik (BPS), lebih dari 19 juta pekerja di Indonesia terdampak Covid-19. Karena itu, perlu sosialisasi lebih luas K3 dan hal ini menjadi salah satu alasan diadakannya kompetisi karya jurnalistik K3 pada masa pandemi Covid-19.

Ini momentum yang sangat menggembirakan bagi kita semua. Bagi AJI dan ILO, kita semua berharap penghargaan ini dapat semakin memotivasi jurnalis di Tanah Air dalam menghasilkan karya-karya jurnalistik terkait isu K3 yang lebih komprehensif," ucap Ketua AJI Sasmito Madrim.

Isu K3 itu, seperti dijabarkan, selalu ada di setiap detik kehidupan, bahkan ketika orang keluar rumah akan banyak menjumpai persoalan isu K3. Mulai dari pekerja konstruksi yang membangun tol dan sebagainya, hingga pekerja digital.

"Kita keluar, sudah langsung menemukan isu K3, mulai dari persoalan alat pelindung diri, kesehatan mental, dan lainnya yang masih belum menjadi perhatian serius di kalangan pekerja. Atau lebih jauh lagi, belum menjadi budaya kerja bagi kita semua," cetusnya.

Sponsored

Karena itu, Sasmito menyebutkan, peran jurnalis menjadi sangat penting dan dibutuhkan menjadi jembatan informasi atau pengetahuan bagi masyarakat dan pemangku kebijakan untuk memastikan persoalan-persoalan yang kita jumpai setiap hari dapat ditemukan solusinya.

AJI menyakini perhargaan ini bisa semakin memompa semangat jurnalis dan menjadi virus bagi jurnalis yang lain dalam menghasilkan karya-karya yang lebih komprehensif di isu K3. Dari regulasi, K3 sudah ada sejak tahun 1970. Tapi dari segi budaya setidaknya bisa mulai dilakukan di tengah pandemi. K3 ini penting supaya semua bisa selamat dan aman hidup berdampingan dengan Covid-19.

Direktur Bina Pengujian K3 Kementerian Ketenagakerjaan Muhammad Idham mengapresiasi khusus kepada jurnalis semuanya. Katanya, berkat kerja jurnalistik yang memberikan fakta-fakta terkini soal Covid-19 tentu masyarakat mendapatkan informasi baik mengenai hal-hal yang sudah diketahui maupun yang belum diketahui secara pasti.

"Pemberitaan seputar Covid-19 juga membantu masyarakat mendapatkan informasi terkini soal perkembangan penelitian mutakhir tentang virus corona, juga cara pencegahan dan penanganannya serta kebijakan berkaitan dengan pandemik di Indonesia," ungkapnya.

Pencanangan Bulan K3 Nasional, tepatnya setiap 12 Januari sampai 12 Februari setiap tahun, menurut Idham. "Momentum Bulan K3 Nasional tentu bersinergi dengan kegiatan acara puncak anugerah kompetisi karya jurnalistik K3 di masa pandemi di mana keduanya sangat tepat dan strategis untuk mendorong semua pihak berpartisipasi aktif membudayakan K3 di Indonesia," pesannya. Penerapan K3 dilaksanakan secara terus-menerus dan berkesinambungan.

Menurut Idham, tujuan K3 di dalam menciptakan tempat kerja yang aman, nyaman, dan sehat guna peningkatan produktivitas nasional dapat segera terwujud dengan nyata. Mengutip data BPS per Agustus 2021 sebanyak 21,32 juta penduduk terdampak Covid-19. Ada 1,82 juta pengangguran karena Covid-19, dan 1,39 juta orang sementara tidak bekerja karena Covid-19, sementara 17,41 juta pekerja dengan pengurangan jam kerja karena Covid-19.

Dari data tersebut, penting untuk melakukan pencegahan penularan Covid-19 di tempat kerja. Menjadi logis adanya jika K3 bisa menjadi rujukan atau kunci penting keberlangsungan usaha di masa pandemi ini.    

"Sejak tahap awal pandemi, pemerintah Jepang telah bekerja sama dengan Indonesia dalam menanggapi pandemi dengan berbagai proyek sebagai mitra strategis Indonesia. Hari ini penghargaan jurnalisme adalah bagian dari proyek ini. Saya ingin menyampaikan apresiasi terbaik saya untuk kesehatan dan keselamatan Anda semua yang hadir dan setulusnya proyek ini akan mengarah pada penguatan hubungan Jepang-Indonesia di masa depan, kata Duta Besar Jepang untuk Indonesia Kenji Kanasugi.

Berita Lainnya