sun
moon
a l i n e a dot id
fakta data kata
logo alinea.id

MUI temukan potensi pelanggaran program Ramadan di TV

Tayangan yang mengandung sensualitas dan kekerasan verbal umumnya terdapat dalam program bersifat siaran langsung dan komedi.

Fatah Hidayat Sidiq
Fatah Hidayat Sidiq Sabtu, 01 Mei 2021 19:54 WIB
MUI temukan potensi pelanggaran program Ramadan di TV

Majelis Ulama Indonesia (MU) mendapati potensi pelanggaran terhadap ketentuan penyiaran saat memantau tayangan Ramadan 1442 Hijriah di stasiun televisi nasional. Pengawasan dilakukan hingga 15 hari pertama.

Ketua Komisi Informasi dan Komunikasi (Infokom) MUI, Mabroer MS, menyatakan, siaran program Ramadan di sejumlah stasiun mengulangi tak patut dan potensial melanggar ketentuan dari tahun ke tahun. Ini tercemin dari empat hal, yaitu kekerasan fisik dan verbal (verbal aggressiveness), tendensi sensualitas, kepatutan etis dan kelaikan syariat, serta protokol kesehatan (prokes) pandemi Covid-19.

Padahal, ungkapnya dalam keterangan tertulis pada Sabtu (1/5), imbauan dan rekomendasi telah dilayangkan kepada stasiun TV. "Ini tentu layak dipertanyakan niat dan kesungguhan memperbaiki diri stasiun yang bersangkutan."

Tayangan yang mengandung sensualitas dan kekerasan verbal, berdasarkan hasil amatan MUI bersama Komisi Penyiaran Indonesia (KPI), kebanyakan didapati di program-program yang bersifat siarang langsung (live). Pesbukers New Normal AnTV, Sore-Sore Ambyar TransTV, Ramadhan In The Kost Net TV, dan Pas Buka Trans7, misalnya.

Untuk langkah perbaikan, MUI pihaknya merekomendasikan media yang terlibat langsung ataupun tidak langsung dalam produksi siaran program Ramadan mengevaluasi bukan semata pada untung-ruginya di pasaran. Namun, berbenah untuk tidak melakukan kesalahan baik pelanggaran maupun ketidakpatutan.

"Beberapa hal yang harus diperbaikai untuk 15 hari Ramadan terakhir dan juga mungkin Ramadan di tahun-tahun mendatang yang urgen adalah program-program komedi yang harus naik kelas," jelas Ketua Pokja Media Watch dan Literasi Komisi Infokom MUI, Gun Gun Heryanto.

Dirinya mendorong demikian lantaran progam komedi Ramadan banyak yang terjebak pada genre slapstic dan improvisasi situasional. Dengan demikian, yang terjadi adalah dialog yang merendahkan lawan main bahkan berpeluang terjerumus pada genre yang lebih ekstrem, yakni slapstic agresif, offensive, dan malah "kebiru-biruan".

Selain potensi pelanggaran, MUI juga mendapati program edukatif, reflektif, dan penguatan Ramadan. Serambi Islam Spesial Ramadhan (TVRI), Aksi Asia 2021 (Indosiar), Islam Itu Indah (TransTV), Kalam Hati dan Sahur Time (KompasTV), Dai Spesial Indonesia (iNewsTV). Para Pencari Tuhan Jilid 14 (SCTV), Mutiara Hati (SCTV), Tafsir Al Misbah (MetroTV), Muslim Travellers (NetTV), Cahaya Tauhid (MNCTV), serta Sinetron Amanah Wali dan Preman Pensiun 5 (RCTI), contohnya. 

Sponsored

Mabroer menambahkan, beberapa stasiun televisi digital juga sudah memiliki program-program Ramadan yang menarik dan bermuatan positif, seperti Mimbar Sahur Nusantara (NusantaraTV), Talkshow Keagamaan dan Ramadhan Berbagi (BadarTV), serta The Sunnah (InspiraTV).

Berita Lainnya