sun
moon
a l i n e a dot id
fakta data kata
logo alinea.id

Ada 52 klaster Covid-19 tersebar di Jatim

Klaster Asrama Haji Surabaya, menyumbang 167 pasien positif dan Ponpes Al Fatah Temboro Magetan 46 kasus.

Adi Suprayitno
Adi Suprayitno Senin, 11 Mei 2020 06:12 WIB
Ada 52 klaster Covid-19 tersebar di Jatim

Angka kasus pasien positif Covid-19 di Jawa Timur (Jatim) terus bertambah setiap harinya. Ketua Rumpun Tracing Gugus Tugas Covid-19 Jatim, Kohar Hari Santoso, menyebut total ada 52 klaster penyebaran coronavirus.
 
"Hari ini, kami mencatat ada sebanyak 52 klaster di Jatim," kata Kohar, dalam konferensi pers di Gedung Negara Grahadi, Surabaya, Minggu malam, 10 Mei 2020.

Dari 52 klaster itu, lanjut Kohar, klaster pelatihan petugas haji Indonesia (TKHI) di Asrama Haji Sukolilo Surabaya, Jatim menjadi penyumbang kasus Covid-19 terbanyak di Jatim yaitu 157 kasus. Kemudian, klaster Pondok Pesantren Al Fatah Temboro, Kabupaten Magetan, yakni 46 kasus.

Selain itu, juga ada klaster lainnya di Jatim, salah satunya adalah pasar di Bojonegoro dan klaster Tenaga Kesehatan. "Untuk klaster, tenaga kesehatan ini bukan karena pekerjaannya di rumah sakit, tapi mereka terkena di tempat praktik pribadinya," ujar dia.

Sedangkan, sebaran Covid-19 di Jatim ada penambahan 83 kasus baru yang terkonfirmasi positif. Kota Surabaya menyumbang 41 kasus, Kabupaten Sidoarjo 16 kasus, Kabupaten Tuban sembilan kasus, Kabupaten Lamongan empat kasus, Kabupaten Magetan tiga kasus, Kabupaten Pacitan dua kasus, Kabupaten Bondowoso dua kasus, Kabupaten Jombang dua kasus, Kabupaten Malang dua kasus, Kota Malang dua kasus. "Total pasien positif di Jatim ada 491 kasus," paparnya.

Selanjutnya, Kabupaten Pasuruan, Kota Probolinggo, Kabupaten Jember, Kabupaten Kediri, Kabupaten Blitar dan Kabupaten Probolinggo, masing-masing terdapat satu kasus.

Untuk pasien positif yang sembuh bertambah 14 orang, yakni Kota Pasuruan satu, Ponorogo satu, Bangkalan satu, Pamekasan satu, Kota Malang satu, Kabupaten Malang dua, Kabupaten Probolinggo satu, dan Kota Surabaya enam. "Yang meninggal bertambah enam orang,"tuturny

Sementara itu, pasien dalam pengawasan (PDP) sebanyak 4.031 kasus di seluruh Jatim. Dari jumlah tersebut, sebanyak 1.852 orang masih diawasi. 

Selanjutnya, orang dalam pemantauan (ODP) bertambah sebanyak 123 kasus, sehingga akumulasinya menjadi 21.254 kasus di seluruh Jatim.

Sponsored
Berita Lainnya
×
tekid