sun
moon
logo alinea.id logo alinea.id

Anies klaim kondisi kali Jakarta normal pascahujan deras

Namun, BPBD mencatat, luapan sungai turut menjadi faktor banjir hari ini.

Ardiansyah Fadli
Ardiansyah Fadli Kamis, 20 Feb 2020 17:55 WIB
Anies klaim kondisi kali Jakarta normal pascahujan deras
Informasi mutakhir perkembangan Covid-19 di Indonesia bisa dilihat di sini
Terinfeksi 1986
Dirawat 1671
Meninggal 181
Sembuh 134

Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan, mengklaim, ketinggian air di beberapa aliran sungai pada Kamis (20/2) sore, normal. Meski sempat hujan deras dan ada kiriman air hujan dari hulu.

"Kondisi di Manggarai saat ini Siaga IV. Jadi, normal," ujarnya usai menghadiri "Tasyakur Bedah Rume" di GOR UNJ Jakarta, Kamis (20/2). Pun dengan Sungai Ciliwung.

Dengan begitu, menurut dia, kiriman air hujan dari hulu dapat diantisipasi. Apalagi, permukaan air laut landai. Sehingga, tak menyebabkan banjir di Ibu Kota. 

"Insyaallah, siap. Untuk mengantisipasi air yang datang dari kawasan hulu," katanya.

Berdasarkan data yang diperolehnya, terjadi peningkatan debit air Sungai Katulampa, Bogor, Jawa Barat (Jabar), pagi tadi. Ketinggiannya mencapai 150 sentimeter. Masuk kategori Siaga III. "Kemungkinan akan sampai di Jakarta sekitar jam empat sore," ucapnya.

Meski begitu, ungkap Anies, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jakarta telah mengimbau masyarakat di bantaran sungai. Agar mewaspadai peningkatan debit air dari hulu.

Sejumlah wilayah di Jakarta diketahui, diguyur hujan deras sejak Rabu (19/2) malam hingga Kamis pagi. Dus, beberapa lokasi sempat tergenang.

Banjir dipengaruhi beberapa faktor. "Curah hujan tinggi, luapan Kali Ciliwung dan Pesanggerahan," tutur Kepala Pusat Data dan Informasi Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jakarta, M. Insaf.

Sponsored

Dirinya mengungkapkan, sekitar 48 RW di 21 kelurahan dari 12 kecamatan terendam bah. Ini berdasarkan catatan BPBD hingga pukul 15.00.

Jakarta Barat (Jakbar) menjadi wilayah terdampak terbanyak. Mencapai 17 RW dengan ketinggian 5-40 sentimeter. Lalu, 16 RW di Jakarta Timur (Jaktim) dengan ketinggian 5-250 sentimeter.

Berikutnya, 13 RW di Jakarta Selatan (Jaksel) dengan ketinggian air 20-150 sentimeter. Lalu, masing-masing satu RW di Jakarta Pusat (Jakpus) dan Jakarta Utara (Jakut) dengan ketinggian genangan 10 sentimeter dan 5-15 sentimeter.

Berita Lainnya