sun
moon
a l i n e a dot id
fakta data kata
logo alinea.id

Ini dampak penerapan gage saat pandemi Covid-19 di Jakarta

Gage kembali diberlakukan per 3 Agustus.

Ardiansyah Fadli
Ardiansyah Fadli Selasa, 11 Agst 2020 11:32 WIB
Ini dampak penerapan gage saat pandemi Covid-19 di Jakarta

Lalu lintas di DKI Jakarta diklaim turun hingga 4,63% saat kebijakan ganjil genap (gage) kendaraan bermotor diterapkan selama sepekan pertama per 3 Agustus 2020.

"Selama ganjil genap sejak 3-7 Agustus, kami mencatat volume lalu lintas mengalami penurunan antara 2,47%-4,63%," kata Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Jakarta, Syafrin Liputo, Selasa (11/8).

Dampak lainnya, sambung dia, kecepatan lalu lintas di 25 ruas jalan meningkat. Ini disebut penting guna menjamin tak terjadi kerumunan dan penumpukan. "Peningkatan antara 1,36%-16,36%." 

Jumlah penumpang angkutan umum pun naik. "Peningkatan antara 0,64%-6,25%," imbuh Syafrin.

Dia menerangkan, belum ada penerapan sanksi kepada para pelanggar gage. Pangkalnya, masih tahap sosialisasi pada pekan pertama.

"Tapi, tetap dihentikan kalau melakukan pelanggaran dan diimbau tidak melakukan pelanggaran," jelasnya.

Hukuman baru diberlakukan sejak kemarin (Senin, 10/8). "Karena sudah bukan tahap sosialisasi lagi," tutupnya.

Meski menuai polemik, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jakarta tetap menerapkan gage di tengah pandemi coronavirus baru (Covid-19). Kilahnya, membatasi mobilitas kendaraan agar aturan pembatasan sosial berskala besar (PSBB) transisi dilakukan masyakarat secara efisien dan mengantisipasi klaster baru di perkantoran.

Sponsored

Gage sempat dihentikan sejak Maret, ketika pemprov menerapkan PSBB dalam rangka memutus rantai penularan Covid-19 di Ibu Kota.

Berita Lainnya