sun
moon
a l i n e a dot id
fakta data kata
logo alinea.id

Defisit ekuitas PT Asuransi Jiwasraya terus melonjak

Tak hanya defisit ekuitas, Panja Jiwasraya DPR juga mencatata lonjakan risk based capital perusahaan asuransi pelat merah itu.

Achmad Al Fiqri
Achmad Al Fiqri Senin, 30 Nov 2020 17:24 WIB
Defisit ekuitas PT Asuransi Jiwasraya terus melonjak

Panja Jiwasraya mencatat defisit ekuitas PT Asuransi Jiwasraya (Persero) terus alami lonjakan hingga saat ini. Bahkan, defisit tersebut hampir menyentuh angka Rp40 triliun.

"Kondisi negatif ekuitas di Jiwasraya terus meningkat. Pada Desember 2018 yang defisit ekuitasnya mencapai Rp30,3 triliun, dan bulan Desember 2019 defisitnya sampai Rp34,6 triliun. Dan kondisi terakhir pada Oktober 2020 negatif ekuitasnya mencapai Rp38,5 triliun," kata Ketua Panja Jiwasraya Arya Bima, dalam rapat bersama Menteri BUMN, yang disiarkan secara virtual, Senin (30/11).

Tak hanya defisit ekuitas, Panja Jiwasraya juga mencatata lonjakan risk based capital perusahaan asuransi pelat merah itu.

"Sampai saat ini, risk based capital PT Asuransi Jiwasraya (Persero) mencapai -1.050% yang seharusnya batas minimal sesuai dengan POJK sebesar -120%," terang Bima.

"Sehingga masalah ini perlu diselesaikan segara sebelum nominal defisitnya semakin besar, semakin bengkak," tambahnya.

Menurutnya, lonjakan defisit itu dipengaruhi oleh nilai aset yang sebagian besar tidak likuid dan mayoritas buruk. Bima mengatakan, aset Jiwasraya terus alami penurunan sejak 2018.

Dalam paparanya, aset Jiwasraya pada 2017 senilai Rp23 triliun. Nilai itu turun pad 2019 menjadi Rp18 triliun. Pada tahun ini, Panja DPR mencatat aset asuransi pelat merah itu mencapai Rp15,4 triliun.

"Kondisi aset yang berkualitas buruk dan pengelolaan produk yang tidak optimal, membuat PT Asuransi Jiwasraya memiliki defisit ekuitas," tutur dia.

Sponsored
Berita Lainnya