logo alinea.id logo alinea.id

Densus 88 kembali menangkap dua terduga teroris jelang aksi 22 Mei

Sepanjang Mei 2019, Densus 88 sudah menangkap 33 terduga teroris yang diduga akan melakukan aksi amaliah.

Ayu mumpuni
Ayu mumpuni Senin, 20 Mei 2019 14:44 WIB
Densus 88 kembali menangkap dua terduga teroris jelang aksi 22 Mei

Sebanyak dua orang terduga teroris kembali ditangkap oleh tim Detasemen Khusus atau Densus 88 pada Senin (20/5) pagi di dua lokasi berbeda. Kedua terduga teroris ini diketahui masing-masing bernama Muhammad Sahdi alias Abu Fatih dan Armeidi alias Abu Mufid.

Kepala Biro Penerangan Masyarakat Mabes Polri, Brigjen Pol Dedi Prasetyo, mengatakan terduga teroris bernama Abu Fatih ditangkap di Taman Mahoni, Ciracas, Jakarta Timur pada pukul 09.30 WIB. Sedangkan terduga teroris bernama Abu Mufid ditangkap di Cileungsi, Bogor, Jawa Barat pada pukul 09.00 WIB.

“Memang benar ada penangkapan tersebut. Saat ini kedua terduga teroris dalam pemeriksaan. Penangkapan ini akan terus kami kembangkan,” kata Dedi saat dikonfirmasi di Jakarta pada Senin, (20/5).

Dari hasil pemeriksaan sementara, kata Dedi, terungkap bahwa terduga teroris atas nama Muhamad Sahdi alias Abu Fatih merupakan satu jaringan dari kelompok Endang alias Pak Jenggot yang telah ditangkap lebih dulu.

Namun begitru, Dedi mengatakan, hingga saat ini pihaknya belum dapat memastikan sasaran dari dua terduga teroris tersebut, karena masih dalam proses pemeriksaan Densus 88 Antiteror. Ia juga belum dapat menyebutkan barang bukti yang disita dari penangkapan tersebut.

“Kita tunggu hasil pemeriksaan Densus 88 dulu,” ucap Dedi.

Dengan penangkapan dua terduga teroris hari ini, maka total selama bulan Mei 2019, Densus 88 sudah menangkap sebanyak 33 orang yang terindikasi dengan terorisme. Sebelumnya, Densus 88 menangkap dua terduga teroris di Bogor, Jawa Barat.

Keduanya antara lain seorang pria berusia 51 tahun berinisial E alias AR yang merupakan warga Nanggewer, Kecamatan Cibinong, Kabupaten Bogor. Kemudian selang beberapa jam sebelumnya, polisi juga menangkap simpatisan ISIS berinisial S (27) di Jalan Kapten Yusuf, Kecamatan Tamansari, Kabupaten Bogor.

Sponsored

Menurut Dedi, mereka terduga teroris yang ditangkap ini memiliki satu target yang sama. Mereka dalam waktu dekat akan meledakkan bom di depan Gedung Komisi Pemilihan Umum (KPU) pada Rabu, 22 Mei 2019.

"Targetnya ada dua. Target pertama itu thogut. Kemudian, target kedua pada 22 Mei di depan KPU. Semuanya satu sasaran, kecuali jaringan Mujahidin Indonesia Timur melakukan aksinya di Poso," katanya.

Dedi mengatakan, adanya gembar-gembor pergerakan massa ke Jakarta pada 22 Mei 2019 nanti justru menjadi momentum bagi para teroris untuk menunjukkan eksistensi. "Momentum itu dimanfaatkan oleh kelompok teroris, untuk memberitahukan bahwa kelompok mereka masih eksis," kata Dedi.

Dari hasil penggeledahan rumah teroris di Bogor, polisi mengamankan enam bom pipa siap ledak, serta satu bom panci yang tengah dirakit. Menurut Dedi, tujuh bom itu akan diledakkan pada 22 Mei 2019.