sun
moon
a l i n e a dot id
fakta data kata
logo alinea.id

Epidemiolog UI: Doni Monardo layak divaksin lebih dulu daripada Jokowi dan Raffi Ahmad

Juru Wabah UI pertanyakan prioritas vaksinasi Covid-19.

Manda Firmansyah
Manda Firmansyah Sabtu, 23 Jan 2021 13:46 WIB
Epidemiolog UI: Doni Monardo layak divaksin lebih dulu daripada Jokowi dan Raffi Ahmad
Informasi mutakhir perkembangan Covid-19 di Indonesia bisa dilihat di sini
Terinfeksi 1.341.314
Dirawat 153.074
Meninggal 36.325
Sembuh 1.151.915

Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) cum Kepala Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Covid-19 Doni Monardo terpapar Covid-19. Belakangan diketahui Doni belum disuntik vaksin Covid-19.

Doni belum dijadwalkan melakukan vaksinasi saat berangkat kunjungan kerja ke daerah-daerah terdampak bencana di Sulawesi Barat dan Kalimantan Selatan.

Menanggapi hal itu, ahli epidemiologi dan biostatistik Universitas Indonesia (UI), Pandu Riono, menyebut Doni Monardo layak mendapatkan suntikan vaksin Covid-19 lebih dulu daripada Presiden Joko Widodo (Jokowi).

Prioritas pertama penerima vaksin Covid-19, tegas Pandu, harus tenaga kesehatan (nakes). Setelah itu baru pejabat publik yang aktif ‘mondar-mandir’, seperti Doni Monardo.

“(Raffi Ahmad ikut suntikan perdana) itu tanya ke Istana prioritasnya bagaimana. Istana tuh yang bikin launching. Orang-orang sekitar Presiden itu tidak mengerti gunanya suntikan perdana. Jadi ngapain di Istana, mengapa tidak di puskesmas atau rumah sakit (jika Presiden) ingin kasih contoh,” ucapnya saat dihubungi reporter Alinea.id, Sabtu (23/1).

“Jangan Jokowi nomor 1 (penerima vaksin Covid-19 untuk simbolik). Nomor 1 nakes, dokter, perawat. Yang aktif bekerja dan mereka yang mendapatkan kemudian (Doni Monardo), baru Jokowi nomor 3, ngapain dia nomor 1,” sambungnya.

Ia pun mengingatkan, penerima suntikan vaksin Covid-19 dosis pertama tetap bisa terpapar Covid-19. Bahkan, setelah menerima dua dosis suntikan vaksin Covid-19 pun masih dapat terpapar Covid-19. Juga masih bisa menularkan Covid-19 ke orang lain.

Menurutnya, vaksin Covid-19 juga belum tentu ampuh mengurangi risiko agar seseorang tidak bergejala berat pascaterpapar.

Sponsored

“Kan itu sifatnya relatif, risikonya lebih rendah untuk mengalami gejala berat (setelah divaksin). Tetapi, ada yang (tetap) mengalami gejala berat, tetapi sedikit,” ucapnya.

Sebelumnya, Tenaga Ahli Badan Penanggulangan Bencana Nasional, Egy Massadiah, menegaskan bahwa Ketua Satuan Tugas Penanganan Covid-19 Doni Monardo belum divaksinasi Covid-19. Menurutnya, Kepala BNPB baru akan divaksin pekan depan.

“Ini untuk meluruskan informasi bahwa Pak Doni sudah menjalani vaksinasi pada 13 Januari 2021. Padahal, beliau akan divaksinasi pada pekan depan bersama para anggota Satgas Penanganan Covid-19 lainnya,” tutur Egy dalam keterangannya, Sabtu (23/1).

Doni Monardo kini tengah isolasi mandiri sambil memantau perkembangan penanganan Covid-19 dan penanganan bencana di berbagai daerah. Selama menjalankan tugas selalu menerapkan protokol kesehatan.

Pada Jumat (22/1), Doni dan seluruh staf yang mendampinginya selama kunjungan kerja di Sulawesi Barat dan Kalimantan Selatan juga menjalani tes PCR. Namun, dia salah satu stafnya dinyatakan positif.

Vaksinasi Covid-19 Sinovac tahap awal di Indonesia memang telah bergulir, Presiden Joko Widodo menjadi orang pertama yang divaksin di Istana Kepresidenan, Jakarta, Rabu (13/1) pagi. Disusul sejumlah pejabat, dan influencer, di antaranya adalah selebritas Raffi Ahmad.

Berita Lainnya