sun
moon
logo alinea.id logo alinea.id

Pemprov DKI harus pastikan ganjil genap tak sekedar pindahkan kemacetan

Perlu ada pengawasan lebih ketat di luar 25 ruas jalan yang menjadi lokasi penerapan ganjil genap.

Eka Setiyaningsih
Eka Setiyaningsih Kamis, 08 Agst 2019 20:22 WIB
 Pemprov DKI harus pastikan ganjil genap tak sekedar pindahkan kemacetan

Perluasan sistem ganjil genap yang diberlakukan Pemprov DKI Jakarta dikhawatirkan hanya memindahkan kemacetan ke ruas jalan yang tidak diterapkan aturan ini. Pengamat Tata Kota Yayat Supriatna mengatakan, perlu ada pengawasan lebih ketat di luar 25 ruas jalan yang menjadi lokasi penerapan ganjil genap.

"Inikan tujuannya untuk mengurangi kemacetan dan polusi, harusnya nanti ada evaluasi setiap bulannya. Kalau polusinya tidak berkurang, mungkin ada kemacetan di tempat lain," kata Yayat kepada jurnalis Alinea.id, Kamis (8/8).

Perluasan sistem ganjil genap juga dilakukan untuk mendorong masyarakat menggunakan angkutan umum. Untuk itu, Pemprov DKI juga harus memastikan kesiapan angkutan umum untuk menampung masyarakat yang beralih dari kendaraan pribadinya.

Yayat berharap, para penyedia angkutan umum dapat menambah armada dan meningkatkan pelayanannya. 

"Mendorong masyarakat pindah ke angkutan umum maka harus bagus transportasinya, tambah jumlah armadanya, semakin cepat headway-nya," kata Yayat.

Menurutnya, ketidaksiapan penyediaan angkutan umum yang memadai, justru berpotensi membuat masyarakat beralih ke sepeda motor. 

Menanggapi hal ini, Direktur Utama PT Transjakarta Agung Wicaksono mengatakan pihaknya telah memiliki armada yang mencukupi. Jumlah bus Transjakarta per Juli 2019 tercatat sebanyak 3.305 unit.

Rinciannya, sebanyak 244 unit articulate bus, 953 unit single bus, 289 unit low entry bus, 301 unit maxi bus, 28 unit double decker bus, 410 unit medium bus, 1.053 unit mikro bus, dan 26 unit transjakarta cares.

Sponsored

Kepala Dishub DKI Jakarta Syafrin Liputo mengatakan, tengah merealisasikan integrasi seluruh layanan angkutan umum di Jakarta. Pada 2020, pihaknya akan menyiapkan 10.047 unit angkutan umum yang terintegrasi dalam sistem Jak Lingko.

Dishub juga telah menganggarkan Rp3,2 triliun untuk pengadaan sejumlah armada tahun ini. Saat ini, kata Syafrin, jumlah armada yang tergabung dalam program Jak Lingko sebanyak 3.359 unit.

Dinas Perhubungan (Dishub) DKI Jakarta sebelumnya mengumumkan perluasan sistem ganjil genap terhadap rute dan durasi pelaksanaannya. Rute ganjil genap diperluas menjadi 25 ruas jalan. Durasinya pun diperpanjang dari pukul 06.00-10.00 WIB dan 16.00-21.00 WIB.