sun
moon
a l i n e a dot id
fakta data kata
logo alinea.id

IPW duga Ferdy Sambo terlibat dalam penembakan

IPW menilai Bharada E bukan pelaku utama penembakan Brigadir J.

Immanuel Christian
Immanuel Christian Kamis, 04 Agst 2022 07:47 WIB
IPW duga Ferdy Sambo terlibat dalam penembakan

Indonesia Police Watch (IPW) menduga Bharada E bukanlah pelaku utama dalam peristiwa penembakan di rumah eks Kadiv Propam Polri, Irjen Ferdy Sambo di kawasan Duren Tiga, Pancoran, Jakarta Selatan, 8 Juli lalu. Hal itu terlihat dari harapan keluarga almarhum Brigadir Nofriansyah Yosua Hutabarat atau Brigadir J yang dibaca oleh IPW bahkan disebut sebagai harapan mayoritas publik.

Ketua IPW Sugeng Teguh Santoso mengatakan, publik tidak percaya pelaku penembakan hanya Bharada E. Publik  menduga Irjen Ferdy Sambo terlibat dalam penembakan tersebut. 

"Sampaikan apa adanya, termasuk di dalamnya kalau Irjen Ferdy Sambo terlibat dalam penembakan," kata Sugeng dalam keterangan, Rabu (3/8).

Sugeng menyebut, kedatangan keluarga Brigadir J ke Menteri Koordinator bidang Politik, Hukum, dan Keamanan Mahfud MD adalah sinyal untuk mendesak tim khusus melalui penyidik. Tujuannya, agar polisi menaati arahan Presiden Jokowi untuk mengusut tuntas kasus ini dan jangan sampai ada yang ditutup-tutupi.

Ia memandang, kedatangan keluarga Brigadir J yang mengadu kepada Mahfud MD adalah sinyal ketidakpercayaan pada proses kerja Polri melalui tim khusus. Upaya ini adalah bentuk tekanan politik pada Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo agar mengawal kerja tim khusus untuk dapat memenuhi rasa keadilan keluarga Brigadir J.

"Kapolri harus memperhatikan manuver ini untuk kemudian bisa mengarahkan tim memenuhi harapan keluarga," ujar Sugeng.

Sebelumnya, Mabes Polri menetapkan Bharada E sebagai tersangka dalam kasus adu tembak di rumah dinas mantan Kadiv Propam Polri, Irjen Ferdy Sambo. Hal ini juga sejalan dengan laporan dari keluarga Brigadir Yosua.

Direktur Tindak Pidana Umum Bareskrim Polri, Brigjen Andi Rian mengatakan, penetapan tersangka dilakukan setelah penyidik melakukan gelar perkara. Pemeriksaan terhadap saksi dan ahli maupun barang bukti sudah dilakukan.

Sponsored

"Kami menetapkan Bharada E sebagai tersangka," kata Andi Rian di Mabes Polri, Jakarta Selatan, Rabu (3/8) malam.

Andi Rian menyebut, Bharada E akan langsung diperiksa dengan status barunya tersebut. Setelah diperiksa ia akan langsung menjalani masa penahanan.

Bharada E dijerat dengan Pasal 338 KUHP juncto Pasal 55 dan 56 KUHP.

"Bharada E di Bareskrim setelah ditetapkan tentu diperiksa sebagai tersangka dan ditangkap dan langsung ditahan," ujar Andi Rian.

Berita Lainnya
×
tekid