sun
moon
logo alinea.id logo alinea.id

Jakarta masih butuh APD hingga sarung tangan

Pemprov DKI masih membutuhkan sejumlah Alat Pelindung Diri (APD) untuk mencegah penularan coronavirus (Covid-19).

Ardiansyah Fadli
Ardiansyah Fadli Rabu, 01 Apr 2020 19:07 WIB
Jakarta masih butuh APD hingga sarung tangan
Informasi mutakhir perkembangan Covid-19 di Indonesia bisa dilihat di sini
Terinfeksi 25773
Dirawat 17204
Meninggal 1573
Sembuh 7015

Pemprov DKI masih membutuhkan sejumlah Alat Pelindung Diri (APD) untuk mencegah penularan coronavirus (Covid-19).

"Bantuan yang masih dibutuhkan antara lain alat pelindung diri, masker, sarung tangan, disinfektan dan naturan," kata Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinas Kesehatan (Dinkes) Pemprov DKI Jakarta Dwi Oktavia, di Balai Kota Jakarta, Rabu (1/4).

Meski demikian, Pemprov DKI telah menerima sejumlah bantuan dari banyak pihak berupa peralatan dan kebutuhan yang dibutuhkan tenaga medis selama berkerja di rumah sakit.

Pada Selasa (31/3) lalu misalnya, Pemprov DKI Jakarta menerima sejumlah bantuan yang berkaitan dengan tenaga medis, seperti pakaian dan lain-lain.

"Pemerintah Provinsi DKI Jakarta telah menerima bantuan, antara lain berupa 350 piece pakaian dalam tim medis perempuan dan 160 piece pakaian dalam tim medis laki-laki dari UNIQLO, 4.000 pasang sarung tangan," kata dia.

"2.100 susu kaleng kemasan dari PT Nestle Indonesia, dukungan dari masyarakat berupa 120 liter larutan disinfektan, 200 alkohol soap, 10 liter hand sanitizer, dan 500 pasang sarung tangan," lanjutnya. 

Dwi menuturkan tenaga medis sebagai garda terdepan dalam menanggulangi penularan Covid-19, terutama menangani pasien. Banyak dari mereka yang justru tertular Covid-19. Setidaknya 84 tenaga medis sudah dinyatakan positif Covid-19 dan satu di antaranya meninggal dunia. Jumlah ini tersebar di 30 rumah sakit yang ada di Jakarta.

"Tenaga kesehatan yang positif terinfeksi Covid-19 sampai terakhir sejumlah 84 orang, satu di antaranya meninggal," ujarnya. 

Sponsored

Sebelumnya, Pemrov DKI Jakarta merilis data perkembangan kasus coronavirus di ibu kota. Dalam situs resmi corona.jakarta.go.id‬ kasus positif Covid-19 di DKI mencapai 794 orang, dimana 87 orang di antaranya meninggal dunia dan 490 pasien masih dirawat di rumah sakit. Data itu tercatat pada Rabu  (1/4) sekitar pukul 11.00 WIB.

Kemudian 51 orang sembuh dari coronavirus dan menjalani isolasi mandiri sebanyak 166 orang. Lalu, 704 warga di antaranya masih menunggu hasil laboratorium. 

Ada 511 titik kelurahan yang telah diketahui, namun 283 kasus positif lainnya masih belum diketahui titik kelurahannya.

1,165 pasien dalam pengawasan (PDP). 798 di antaranya masih melakukan perawatan dan 367 sudah dibolehkan pulang setelah rekomendasi dari dokter yang menyatakan mereka sehat.

Sedangkan total 2,359 orang dalam pemantauan (ODP). 498 masih menjalani proses pemantauan dan 1.861 sudah selesai menjalani proses pemantauan.

Data ODP dan PDP dilaporkan tim di lapangan Dinas Kesehatan (Dinkes) dari fasilitas kesehatan yang dimiliki Pemprov DKI dan telah dilaporkan ke Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI.

Berikut kelurahan dari masing-masing wilayah kota administratif Jakarta yang warganya positif corona.

Wilayah Jakarta Barat di Kelurahan Pegadungan, Kalideres terjangkit corona sebanyak 18 kasus. Kelurahan Tomang, Grogol Pertamburan mencapai 13 orang positif.

Jakarta Selatan di Kelurahan Senayan, Kebayoran Baru terdapat 17 kasus positif. Sedangkan Pondok Pinang, Kebayoran Lama dan Bintaro Pesanggrahan masing-masing terdapat sembilan kasus positif corona.

Kemudian Jakarta Utara paling banyak kasus positif di Kelurahan Kelapa Gading Timur, Kelapa Gading sebanyak 15 orang. Di Kelurahan Pluit, Penjaringan terdapat tujuh kasus.

Wilayah Jakarta Timur di Kelurahan Duren Sawit, Duren Sawit sebanyak delapan kasus positif corona. Dan di Kelurahan Batu Ampar Kramatjati ada enam orang terjangkit Covid-19.

Terakhir Jakarta Pusat di Keurahan Cempaka Putih, Johar Baru, Kampung Rawa, Kebon Kosong masing-masing terdapat tiga kasus terpapar wabah corona. 

Cara berjuang masyarakat adat melawan Covid-19

Cara berjuang masyarakat adat melawan Covid-19

Jumat, 29 Mei 2020 16:49 WIB
Pandemi dan paras otoriter rezim Jokowi 

Pandemi dan paras otoriter rezim Jokowi 

Kamis, 28 Mei 2020 17:45 WIB
Berita Lainnya