sun
moon
logo alinea.id logo alinea.id

Jelang pemulangan WNI di Natuna, MPR dorong pemerintah beri pendampingan

Bamsoet mengimbau masyarakat agar tidak gaduh dan menerima mereka.

Fadli Mubarok
Fadli Mubarok Jumat, 14 Feb 2020 14:57 WIB
Jelang pemulangan WNI di Natuna, MPR dorong pemerintah beri pendampingan

Sebanyak 238 Warga Negara Indonesia (WNI) dari Wuhan, Provinsi Hubei, China telah menjalani masa observasi di Natuna. Mereka bakal dipulangkan ke keluarga masing-masing, Sabtu (15/2).

Terkait hal itu, Ketua MPR Bambang Soesatyo (Bamsoet) meminta pemerintah untuk melakukan pendampingan dan memastikan seluruh WNI tiba di kediamannya masing-masing dengan selamat, termasuk menyiapkan kebutuhan proses pengembalian harus disiapkan.

"Meminta kepada pemerintah untuk mempersiapkan kepulangan seluruh WNI yang akan dikembalikan ke daerah masing-masing tersebut, serta melakukan pendampingan," kata Bamsoet berdasarkan keterangan resminya, Jumat (14/2).

Bamsoet mengimbau masyarakat agar tidak gaduh dan meneriman kembali WNI dari Wuhan itu, mengingat keadaan mereka telah dipastikan sehat atau negatif terpapar coronavirus.

Politisi Golkar ini juga mengingatkan agar masyarakat tetap waspada dari kemungkinan serangan cornavirus tersebut. Oleh karena itu, Bamsoet menegaskan, masyarakat untuk menjaga kebersihan dan kesehatan.

"Walaupun hingga saat ini tidak ada indikasi virus tersebut tersebar di Indonesia," tegasnya.

Imbauan serupa disampaikan Presiden Joko Widodo (Jokowi) bahwa masyarakat tidak perlu khawatir dan takut apabila 238 WNI ini kembali ke kampung halamannya masing-masing.

Pemerintah, kata mantan Wali Kota Solo itu, telah memasatikan bahwa para WNI tersebut tidak terpapar coronavirus. Petugas kesehatan yang melakukan observasi 238 WNI itu selalu memantau dan memeriksa kondisi mereka setiap harinya.

Sponsored

"Jadi kalau sekarang mereka kembali ke masyarakat itu dipastikan bahwa itu memang prosedur sudah dilalui dan kembali. Kita harapkan masyarakat juga menerima apa adanya. Udah 14 hari di karantina dan enggak ada masalah," ucap Jokowi.

Berita Lainnya