logo alinea.id logo alinea.id

Jokowi instruksikan Polri, TNI, dan BIN usut penusukan Wiranto

Wiranto ditusuk pasangan suami istri yang diduga terpapar radikalisme saat kunjungan kerja di Alun-alun Menes.

Achmad Al Fiqri Akbar Ridwan
Achmad Al Fiqri | Akbar Ridwan Kamis, 10 Okt 2019 17:05 WIB
Jokowi instruksikan Polri, TNI, dan BIN usut penusukan Wiranto

Presiden Joko Widodo (Jokowi) meminta insiden penusukan kepada Menteri Koordinator Politik Hukum dan Keamanan (Menko Polhukam) Wiranto diusut tuntas. Tak tanggung-tanggung, Jokowi menginstruksikan Polri, Badan Intelijen Negara (BIN), dan TNI terlibat aktif dalam pengusutan kasus tersebut.

"Tadi siang, telah (saya) perintahkan kepada Kapolri dan Kepala BIN, didukung TNI untuk mengusut tuntas. Sekali lagi, usut tuntas dan tindak tegas pelaku dan seluruh jaringan terkait peristiwa tadi siang," kata Presiden dalam jumpa pers di Paviliun Kartika, RS Pusat Angkatan Darat (RSPAD), Jakarta, Kamis (10/10).

Wiranto ditusuk pasangan suami istri yang diduga terpapar radikalisme saat kunjungan kerja di Alun-alun Menes, Kecamatan Menes, Kabupaten Pandeglang, Banten. Sempat dirawat di RSUD Pandeglang, Wiranto dirujuk ke RSPAD Gatot Subroto untuk perawatan lebih lanjut.  

Jokowi tiba di RSPAD Gatot Subroto pukul 16.00 WIB ditemani oleh Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Pratikno. Kurang lebih 30 menit berada di ruang perawatan. 

"Saat ini beliau, Bapak Wiranto, masih dalam penanganan oleh tim dokter RSPAD (dan) dalam proses operasi. Pada kesempatan ini, saya mohon doa restu kepada seluruh masyarakat seluruh rakyat Indonesia agar beliau segera diberikan kesembuhan," ujar Jokowi. 

Lebih jauh, Jokowi meminta seluruh masyarakat bersama-sama memerangi radikalisme dan terorisme di Indonesia. "Hanya dengan upaya kita bersama-sama, terorisme dan radikalisme agar bisa kita selesaikan dan kita berantas dari negara yang kita cintai ini," ujar dia.

Bantah kecolongan 

Terpisah, Kepala Biro Penerangan Masyarakat Brigjen Pol Dedi Prasetyo mengatakan, insiden penusukan bermula saat Wiranto turun dari mobil dan menyapa warga di sekitar Alun-alun Menes. Ketika itu, Wiranto hendak bertolak ke Jakarta dengan menaiki helikopter.

Sponsored

"Jadi interaksi antara pejabat publik dengan masyarakat itu seperti halnya yang sudah terjadi selama ini seperti itu. Salaman, bersapa, itu hal biasa," ucap Dedi di Gedung Mabes Polri, Jakarta Selatan, Kamis (10/10).

Saat itulah, pelaku menyelinap untuk menyerang Wiranto. Namun demikian, Dedi membatah, Polri kecolongan dalam peristiwa tersebut. Pasalnya, Wiranto sudah dikawal ketat oleh aparat di lapangan. 

"Jadi SOP (standard operational procedure) pengawalan dan pengamanan pejabat publik tersebut sudah ada. Ya, istilahnya untuk menjadi protektor pejabat publik tersebut sudah ada. Tidak ada istilah kecolongan, ya," kata dia.