logo alinea.id logo alinea.id

Jumlah hotspot di Kalbar meningkat dua kali lipat

Jika pada Rabu (14/8) jumlah hotspot tercatat berjumlah 148, hari ini jumlahnya menjadi 328 titik.

Gema Trisna Yudha
Gema Trisna Yudha Kamis, 15 Agst 2019 14:26 WIB
Jumlah hotspot di Kalbar meningkat dua kali lipat

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Supadio Pontianak menyatakan jumlah hotspot atau titik panas yang mengindikasikan terjadinya kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Provinsi Kalimantan Barat, kembali meningkat hari ini. Jika pada Rabu (14/8) jumlah hotspot tercatat berjumlah 148, hari ini jumlahnya menjadi 328 titik.

Kepala BMKG Supadio Pontianak Erika Mardiyanti mengatakan, data ini bersumber dari pengolahan data Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional pada 14 dan 15 Agustus. Sebanyak 328 hotspot yang terdeteksi, tersebar di 12 kabupaten dan kota di Kalbar.

"Hanya Kota Pontianak dan Singkawang tidak ditemukan titik panas dalam beberapa hari terakhir," kata Erika di Sungai Raya, Kamis (15/8).

Dia merinci, 115 titik panas terdeteksi di Kabupaten Sanggau, Kapuas Hulu 58 titik panas, 54 titik panas di Ketapang, 28 titik panas di Kabupaten Landak, dan Melawi 25 titik panas.

Selanjutnya, ada 18 titik panas terdeteksi di Mempawah, 10 titik panas di Bengkayang, Sambas sembilan titik panas: Kubu Raya delapan titik panas, Sekadau tiga titik panas, dan Kayong Utara dua titik panas.

Erika menambahkan, sejumlah wilayah di Kalbar akan diguyur hujan lebat dalam seminggu ke depan. BMKG memprakirakan hujan turun disertai petir dan angin kencang berdurasi singkat, terutama pada siang hingga sore hari.

"Saat ini hujan baru turun di sebagian kabupaten/kota di Kalbar, seperti Kapuas Hulu, Bengkayang, Landak, Sambas, Pontianak, dan Kubu Raya. Diprakirakan hujan ke depan akan meluas ke wilayah Kalbar lainnya hingga satu minggu ke depan, dengan intensitas ringan, sedang, hingga lebat ," katanya.

Penegakan hukum

Sponsored

Kabid Humas Polda Kalbar Kombes Pol Donny Charles Go mengatakan, pihaknya sudah mengamankan 30 orang tersangka dalam kasus karhutla di wilayahnya. Jumlah tersebut berasal dari 26 kasus kebakaran yang terjadi di Kalbar.

"Dari sebanyak 26 kasus tersebut, sebanyak dua kasus sudah masuk tahap dua, dan tahap satu ada satu kasus, dan sisanya masih penyidikan," kata Kombes Pol Donny Charles Go di Pontianak, Kamis.

Ia menjelaskan, dalam dua hari terakhir kasus Karhutla yang ditangani jajaran Polda Kalbar bertambah sembilan kasus. Meski beegitu, ia memastikan kepolisian akan terus melakukan proses penegakan hukum terhadap para pelaku yang terlibat dalam kasus karhutla.

"Proses penegakan hukum akan terus berjalan, bahkan tim asistensi dari Mabes Polri juga sudah diturunkan untuk melihat perkembangan penanganan Karhutla di Kalbar," ungkapnya.

Sementara itu, aparat Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) menyegel 10 areal konsesi perusahaan di Kalbar yang mengalami kebakaran. Penyegelan dilakukan untuk keperluan proses penyelidikan kasus kebakaran hutan dan lahan (karhutla).

Pada Selasa (13/8), petugas Direktorat Jenderal Penegakan Hukum Lingkungan Hidup dan Kehutanan KLHK, menyegel tiga lokasi kebakaran dengan luas total 200 hektare. Ketiga lokasi tersebut berada di area konsesi PT MSL di Kabupaten Mempawah, PT TAS, serta area milik PT SPAS di Kabupaten Ketapang.

Sebelumnya, Ditjen Gakkum KLHK juga telah menyegel lahan terbakar milik tujuh perusahaan perkebunan dan HTI. Dengan demikian, sudah ada 10 lokasi karhutla yang saat ini disegel. (Ant)