logo alinea.id logo alinea.id

Kapolres Jakbar bongkar asal massa bayaran yang rusuh di aksi 22 Mei

Saat ini, total sudah ada 165 orang diamankan Polres Jakbar.

Nanda Aria Putra
Nanda Aria Putra Rabu, 22 Mei 2019 23:29 WIB
Kapolres Jakbar bongkar asal massa bayaran yang rusuh di aksi 22 Mei

Kapolres Jakarta Barat, Kombes Pol Hengki Heryadi, mengungkapkan asal massa bayaran yang mendompleng sekaligus membuat rusuh pada aksi 22 Mei 2019 di kawasan Petamburan, Jakarta Barat. Menurutnya, massa perusuh tersebut berasal dari luar Jakarta.

“Kita sudah amankan untuk yang di Jakarta Barat totalnya ada 165 orang. Sebagian besar dari mereka orang dari luar Jakarta. Ada yang dari Palembang, Jambi, dan Banten,” kata Hengki saat ditemui di Slipi, Jakarta Barat, Rabu (22/5).

Selain mengamankan 165 orang tersebut, kata Hengki, juga ditemukan sejumlah senjata tajam saat kepolisian melakukan pengamanan. Salah satunya yakni busur panah. 

Tak hanya itu, aparat keamanan juga menemukan sejumlah uang sebesar Rp5 juta yang terbagi ke dalam beberapa amplop. Ia juga mengaku, mendapatkan sejumlah informasi terkait dengan pembayaran tersebut. “Artinya, dengan demikian mereka ini dibayar untuk melakukan aksi kericuhan ini,” ucapnya.

Dengan ditemukannya barang bukti tersebut, Hengki mengatakan, berarti telah memiliki kelengkapan instrumental delik. Hengki juga mencurigai massa memperoleh pendanaan dari pihak-pihak tertentu. Itu terlihat dari jumlah petasan yang digunakan massa aksi tak kunjung habis.

“Lihat saja, tak habis-habis dari tadi. Jadi memang mereka datang kemari sudah mempersiapkan untuk kerusuhan. Bukan murni untuk menyampaikan aspirasi,” ujarnya.

Lebih lanjut, Hengki menambahkan, reaksi warga setempat atas tindakan kericuhan ynag dilakukan massa dari luar Jakarta itu juga ditolak oleh warga yang tinggal di Jakarta. 

“Artinya di sini warga juga banyak yang tidak setuju karena awal mula kerusuhan kemarin itu kan bentrok antar warga juga ada korbannya,” ucap Hengky.

Sponsored

Untuk menghalau massa, Hengky mengaku pihak kepolisian telah didukung oleh sejumlah ulama. Para ulama setempat juga telah menyampaikan ketidaksetujuannya dengan aksi anarakis yang dilakukan massa. 

Hengki mengatakan akan melakukan penyidikan lebih lanjut untuk mencari tahu otak pelaku kerusuhan yang terjadi di sejumlah titik di Jakarta. “Pasti nanti sampai ke sana, siapa yang menyuruh melakukan aksi. Siapa mastermind-nya di balik ini semua, kita akan selidiki,” ujarnya.

Untuk menjaga keamanan lebih kondusif, pada Rabu (22/5) malam ini telah dikerahkan 6 SSK dan tambahan 4 SSK lainnya di kawasan Slipi. 

“Karena mereka ini kan kelihatannya sedikit, nanti malam tiba-tiba banyak. Kita harus antisipasi itu,” ujarnya.