sun
moon
a l i n e a dot id
fakta data kata
logo alinea.id

Kata polisi soal penetapan tersangka korporasi dari BPOM

Kendati demikian, pihak Bareskrim Polri menetapkan para tersangka berdasarkan temuan dari pasien.

Immanuel Christian
Immanuel Christian Jumat, 18 Nov 2022 20:36 WIB
Kata polisi soal penetapan tersangka korporasi dari BPOM

Kepolisian angkat bicara terkait penetapan dua tersangka korporasi oleh Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM). Penetapan tersangka itu atas dugaan tindak pidana dalam kasus gagal ginjal akut pada anak.

Direktur Tindak Pidana Tertentu Bareskrim Polri, Brigjen Pipit Rismanto mengatakan, hal itu yang dapat dipermasalahkan. Sebab, pihak BPOM memiliki kewenangan tersebut dengan penyidik PPNS nya.

"Engga ada masalah. Jadi BPOM itu memang memiliki kewenangan melakukan penegakan hukum, penyidikan, PPNS-nya kan ada terkait dengan produsen-produsen. Karena kan memang tugas mereka melakukan pengawasan tapi bertindak juga dia penyidik  PPNS-nya," kata Pipit kepada wartawan, Jumat (18/11).

Pipit menyebut, pihak BPOM tidak menetapkan tersangka secara sepihak. Bersama dengan penyidik Bareskrim Polri, BPOM menetapkan para tersangka tersebut.

"Ya. Pasti. Kita lakukan bersama. Mereka kan mungkin karena di situ ada kewenangan," ujarnya.

Kendati demikian, pihak Bareskrim Polri menetapkan para tersangka berdasarkan temuan dari pasien. Apalagi banyak pasien yang meninggal akibat obat sirup tersebut.

"Bedanya kami dari kepolisian itu menetapkan siapa yang bertanggungjawab itu dari pasien dulu. Ada pasien meninggal, keluarga pasien meninggal, kan kita dalami dulu," ucapnya.

Pihaknya juga tidak menemukan pemilik CV Samudera Chemical dalam operasi penangkapannya. Perusahaan sudah ditetapkan sebagai tersangka korporasi dalam kasus gagal ginjal akut pada anak.

Sponsored

Pipit menjelaskan, pemilik Samudera Chemical berinisial E tidak diketahui keberadaaanya. Sementara, proses pencarian masih berlanjut hingga E ditemukan.

“CV Samudera Chemical itu pemiliknya belum diketahui keberadaannya,” kata Pipit kepada wartawan, Jumat (18/11).

Pipit menyebut, pihaknya tetap melakukan penggeledahan di Samudera Chemical. Hasilnya ditemukan puluhan drum yang disita sebagai barang bukti.

Menurutnya, ada 42 drum dengan cairan oplosan yang menetap di sana. Puluhan drum itu berisi profilen glikol dan diduga mengandung etilen glicole dan dietilen glicole.

Dua senyawa ini menjadi penyebab gagal ginjal akut pada anak dalam obat sirop yang dikonsumsi. Akibatnya, banyak calon generasi masa depan bangsa yang harus terenggut nyawa padahal dalam kondisi sakit.

“Kita sudah geledah dan menemukan barang bukti pengoplosannya,” ujar Pipit.

Berita Lainnya
×
tekid