sun
moon
a l i n e a dot id
fakta data kata
logo alinea.id

Kemenristek akan kembangkan alat tes Covid-19

Alat nantinya bakal mengetahui level IgG dan IgM, sehingga hasil lebih akurat.

Ghalda Anisah
Ghalda Anisah Kamis, 24 Sep 2020 21:52 WIB
Kemenristek akan kembangkan alat tes Covid-19
Informasi mutakhir perkembangan Covid-19 di Indonesia bisa dilihat di sini
Terinfeksi 396.454
Dirawat 60.694
Meninggal 13.512
Sembuh 322.248

Kementerian Riset dan Teknologi (Kemenristek) berencana mengembangkan alat pengetesan coronavirus baru (Covid-19), baik tes cepat (rapid test) maupun tes usap (swab test) secara polymerase chain reaction (PCR).

Menteri Riset dan Teknologi, Bambang Brodjonegoro, menyatakan, alat tes cepat yang bakal dikembangkan nantinya tidak sekadar mengetahui reaktif saja.

"Nanti bisa kita lihat level IgG dan IgM-nya, sehingga diharapkan bisa lebih akurat," ucapnya dalam telekonferensi Kamis (24/9).

Antibodi IgG merupakan antibodi yang paling banyak ditemukan di dalam darah dan cairan tubuh lainnya. Saat antigen seperti kuman, virus, atau zat kimia tertentu masuk ke dalam tubuh, sel-sel darah putih akan "mengingatnya" dan membentuk Immunoglobulin E atau antibodi IgE untuk melawannya. 

Kala antigen tersebut kembali masuk ke dalam tubuh, sistem kekebalan akan mudah mengenalinya dan melakukan perlawanan lantaran antibodi sudah terbentuk lebih dulu.

Adapun Immunoglobulin M (IgM) terbentuk kala tubuh kali pertama terinfeksi bakteri atau virus sebagai bentuk pertahanan perdana. Kadar IgM akan meningkat dalam waktu singkat saat terjadi infeksi serta perlahan menurun dan digantikan antibodi IgG.

Karenanya, hasil pemeriksaan IgM dengan nilai yang tinggi acapkali dianggap sebagai tanda adanya infeksi yang masih aktif. 

Bambang mengakui, efektivitas tes cepat berbasis antibodi rendah dalam mendeteksi keberadaan SARS-CoV-2, virus penyebab Covid-19. Karenanya, alat yang hendak dikembangkan menggunakan material tes usap.

Sponsored

"Rapid test ini yang bahannya berasal dari swab test. Mudah-mudahan ini bisa jadi solusi bagi upaya screening yang cepat, murah, dan akurat," harapnya.

Dirinya melanjutkan, teknologi yang dikembagkan Universitas Gadjah Mada (UGM), GeNose, mempunyai fungsi sama dengan antigen karena target utamanya Covid-19 dan gejala awal penyakit ini menyerang saluran pernapasan.

Pada kesempatan sama, Wakil Rektor UGM Bidang Kerja Sama dan Alumni, Paripurna, menerangkan, GeNose sudah ditunggu-tunggu kehadirannya. Namun, tim riset hingga kini masih menanti hingga tes alat kedua rampung.

"UGM memiliki Science Techno Park dan kami akan mengambangkan Science Techno Park itu bersama tim industri dan bimbingan dari Menristek dan juga mitra-mitra kami untuk mengembangkan itu sekaligus juga bisa untuk penelitian-penelitian selanjutnya di luar Covid-19," paparnya.

Berita Lainnya