sun
moon
logo alinea.id logo alinea.id

KH Tolchah Hasan, Menag di era Gus Dur meninggal

Tolchah Hasan akan dimakamkan di Kompleks Pesantren Bungkuk Singosari.

Tito Dirhantoro
Tito Dirhantoro Rabu, 29 Mei 2019 17:14 WIB
KH Tolchah Hasan, Menag di era Gus Dur meninggal

Berita duka cita datang dari Jawa Timur. Mantan Menteri Agama di Kabinet Persatuan Nasional era Presiden Abdurrahman Wahid alias Gus Dur, Tolchah Hasan meninggal dunia pada hari ini, Rabu (29/5) sekitar pukul 14.35 WIB. 

“Wafat tadi jam 14.10 WIB di Paviliun VIP A Wijaya Kusuma RS Saiful Anwar, Kota Malang,” kata menantu almarhum bernama Hardadi Airlangga seperti dikutip nu.or.id pada Rabu, (29/5).

Menurut Hardadi, almarhum yang merupakan Mustasyar Pengurus Besar Nahdlatul Ulama itu rencananya akan dimakamkan di Kompleks Pesantren Bungkuk Singosari setelah salat tarawih malam ini. Makam Tolchah Hasan akan berdampingan dengan makam Kiai Masykur dan juga ibunya. 

Lahir pada 10 Oktober 1983 di Tuban, Jawa Timur, Tolchah Hasan pernah menjabat sebagai Menteri Agama (Menag) pada 1999 sampai 2001. Sebelum ditunjuk sebagai menteri, Tolchah Hasan sejak muda aktif dalam organisasi NU. 

Pada Muktamar NU ke-33 tahun 2015, Kiai Tolchah juga salah satu kiai yang masuk dalam Ahlul Hali wal Aqdi. Ia juga pernah mengemban amanah sebagai Wakil Rais Aam PBNU mendampingi KH Sahal Mahfudh. Setelah itu, ia terjun ke dunia politik dengan menjadi kader Partai Kebangkitan Bangsa. 

Selain dikenal sebagai ulama dan politikus, Tolchah Hasan juga aktif di dunia pendidikan. Ia diketahui juga pernah menjabat sebagai rektor di almamaternya Universitas Merdeka Malang. 

Tak hanya itu, Tolchah Hasan juga mengembangkan Masjid Sabilillah menjadi sebuah masjid yang tidak hanya digunakan sebagai tempat ibadah, melainkan sekolah mulai tingkat dasar sampai lanjutan. Kemudian kegiatan sosial ekonomi dengan adanya LAZIS Sabilillah, Poliklinik sebagai pusat kesehatan masyarakat.

Menurut Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa, Muhaimin Iskandar atau Cak Imin, Tolchah Hasan merupakan pribadi yang baik. Karena itu, dia menyampaikan duka mendalam atas meninggalnya ulama besar tersebut.

Sponsored

"Innalilahi wainna ilaihi roji'un. Telah wafat Prof Dr Kyai HM Tolchah Hasan, Rabu 24 Ramadhan 1440 Hijriyah pukul 14.30 WIB. Mohon dimaafkan segala kesalahan beliau dan mohon doanya," kata Cak Imin.

Dia mengajak umat Islam untuk mendoakan almarhum dan melafalkan Al Fatihah. "Saya bersaksi bahwa beliau orang yang sangat baik. Yaa Allah. 'Khusnul khatimah'. 'Lahul fatihah'," kata dia.

Ketua Pengurus Harian Tanfidziyah Pengurus Besar Nahdlatul Ulama, Robikin Emhas, mendoakan agar almarhum Tolchah Hasan amal ibadahnya dapat diterima di sisi Allah SWT. Bagi keluarga yang ditinggal supaya bisa sabar dan tabah.

"Kami di PBNU dan segenap warga NU sangat kehilangan sosok panutan yang dalam masa khidmat PB NU 2015-2020 ini menjadi salah satu Mustasyar. Semoga keluarga dan kita dapat menjadi penerus cita-cita dan perjuangan beliau. Khusus untuk beliau, 'lahu Al Fatihah'," kata Robikin.

Pihak Kementerian Agama lewat akun resmi Twitternya juga menyampaikan duka atas berpulangnya mantan Menteri Agama era Presiden Gus Dur tersebut.

"Innalillahi wa inna ilaihi raji'un. Keluarga besar Kementerian Agama menyampaikan bela sungkawa atas wafatnya Menteri Agama era Presiden Gus Dur, KH Tolchah Hasan, Rabu (29/05)," demikian ditulis akun @kemenag_ri. (Ant)