sun
moon
a l i n e a dot id
fakta data kata
logo alinea.id

Khofifah semprot Pemkot Surabaya abaikan 35 pasien Covid-19

Sikap Pemkot Surabaya sempat membuat IGD RSUD dr. Soetomo kolaps sementara waktu.

Adi Suprayitno
Adi Suprayitno Senin, 18 Mei 2020 05:33 WIB
Khofifah semprot Pemkot Surabaya abaikan 35 pasien Covid-19

Pemerintah Provinsi Jawa Timur (Pemprov Jatim) kesal dengan sikap Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya karena langsung pergi usai mengantarkan puluhan pasien diduga terpapar coronavirus anyar (Covid-19) ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dr. Soetomo. Apalagi, tanpa berkoordinasi dengan internal fasilitas kesehatan (faskes) itu.

"Dibawa ke sana dan tidak komunikasi dulu dengan Call Center Soetomo. Sehingga, pasien dibawa begitu saja, ditaruh di IGD (instalasi gawat darurat), kemudian ditinggal," ujar Direktur Utama RSUD dr. Soetomo, Joni Wahyuhadi, Di Surabaya, Minggu (17/5) malam.

"Ini menyalahi PMK (tentang) Rujukan Nomor 1 Tahun 2012. Secara etika, tidak baik. Mungkin sulit, tapi ini dijadikan standar. Jadi ada call center, screening, ada Covid Clinic Center. Semua rumah sakit sudah tahu," imbuhnya.

Insiden tersebut terjadi Sabtu (16/5) malam. Ada sekitar 35 pasien yang datang ke IGD RSUD dr. Soetomo, baik datang sendiri maupun diantar kerabat atau petugas medis Pemkot Surabaya.

Akibatnya, petugas yang berjaga di IGD sempat kerepotan menempatkan pasien Covid-19 di ruang lain agar tidak menulari pasien umum. Berlangsung hingga beberapa jam.

"Akhirnya pada saat akan dilakukan disinfeksi, IGD-nya itu jam setengah 9-an. Itu pasien masih menumpuk 35-an," terang Ketua Tim Kuratif Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Jatim ini.

Saat hendak menyemprotkan disinfektan, IGD RSUD dr. Soetomo tidak menerima pasien baru untuk sementara waktu. Informasi disosalisaiskan melalui pengumuman yang ditulis di secarik kertas dan ditempel di kaca pintu masuk.

Informasi IGD RSUD dr. Soetomo Surabaya, Jawa Timur, tidak menerima pasien untuk sementara waktu, Minggu (17/5/2020). Istimewa

Sponsored

Kabar tersebut pun sempat viral. Joni mengaku, tidak tahu siapa yang memfoto dan menyebarkannya di media sosial (medsos).

"Sampai saya juga lapor ke Bu Gubernur, sampai saya juga mendapat WA (WhatsApp) dari banyak media. Dikira rumah sakit, IGD-nya, tutup. Ini jeda waktu untuk lakukan evakuasi dan disinfeksi ruangannya," paparnya.

Sementara, Gubernur Jatim, Khofifah Indar Parawansa, meminta antarinstansi menjaga tata krama dalam situasi darurat seperti sekarang. Juga tertib administrasi dan mematuhi prosedur.

"Kasihan pasien kalau kemudian langsung ditaruh, ditinggal. Siapa yang harus tanggung jawab di situ?" katanya.

"Tolonglah supaya masing-masing kita di dalam suasana seperti ini saling menjaga, mencoba mencari solusi," lanjut eks Menteri Sosial ini.

Berita Lainnya
×
tekid