sun
moon
a l i n e a dot id
fakta data kata
logo alinea.id

Komnas HAM diminta pantau konflik di Sumberagung Banyuwangi

Situasi memanas seiring dikerahkannya Brimob Polda Jatim dalam mengawal aktivitas PT BSI.

Fatah Hidayat Sidiq
Fatah Hidayat Sidiq Minggu, 12 Jan 2020 23:35 WIB
Komnas HAM diminta pantau konflik di Sumberagung Banyuwangi
Informasi mutakhir perkembangan Covid-19 di Indonesia bisa dilihat di sini
Terinfeksi 534.266
Dirawat 66.752
Meninggal 16.825
Sembuh 445.793

Wahana Lingkungan Hidup Indonesia Jawa Timur (WALHI Jatim) mendesak Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) memantau langsung konflik di Desa Sumberagung, Kecamatan Pesanggaran, Kabupaten Banyuwangi. Melibatkan warga sekitar dengan industri pertambangan.

"Dua, mendesak pemerintah (Presiden RI) dan Kapolri untuk menarik seluruh aparat keamanan dari Desa Sumberagung," ucap Direktur Eksekutif Daerah Walhi Jatim, F. Trijambore Christanto, melalui keterangan tertulis, Minggu (12/1).

Dia lantas menceritakan kronologis konflik di sana. Mulanya, Polda Jatim menerbitkan telegram tertanggal 6 Januari 2020. Isinya, mengerahkan Brimob untuk pengawal pertambangan PT Bumi Suksesindo Copper and Gold (BSI) dan Universitas Trisakti di Sumberagung.

Telegram turut memuat masa pengamanan Brimob. Berlangsung sejak 7 Januari hingga satu setengah bulan. Pada praktiknya, kesatuan operasi khusus Polri itu mendirikan tenda di Sumberagung.

Gayung bersambut. Warga menolak dengan mendirikan tenda yang tak jauh dari kemah Brimob. Lantaran PT BSI dianggap menyebabkan berbagai krisis sosial ekologis di tempat tinggalnya. Seperti menurunkannya kualitas lingkungan hidup.

Tak sekadar itu. Sebanyak 13 warga Sumberagung juga menjadi korban kriminalisasi dan kekerasan aparat keamanan. Karena menolak aktivitas anak perusahaan PT Merdeka Copper Gold Tbk tersebut.

Perempuan yang bertahan di tenda pun sempat mendapatkan pelecehan dari pekerja tambang, Kamis (9/1). Mereka lantas melaporankan insiden itu ke Polsek Pesanggaran pada hari sama.

Sehari berselang, warga menemukan puluhan peluru di sekitar Dusun Pancer. Beberapa di antaranya masih aktif dan belum diketahui asal usulnya.

Sponsored

Kendati Brimob Polda Jatim berhasil diusir, warga tetap bertahan di tenda. Khawatir aparat datang kembali.

Pada Sabtu (11/1), sekitar pukul 08.00, warga mengadang rombongan peneliti tambang PT BSI dan aparat keamanan yang akan masuk ke wilayah Pancer. Aksi berujung bentrok dan mengakibatkan dua perempuan warga Pancer menjadi korban.

 

Berita Lainnya