sun
moon
logo alinea.id logo alinea.id

Laode kritik keras kinerja KPK sekarang

KPK dilengkapi peralatan yang cukup canggih untuk mendeteksi buron.

Achmad Al Fiqri
Achmad Al Fiqri Kamis, 13 Feb 2020 17:58 WIB
Laode kritik keras kinerja KPK sekarang
Informasi mutakhir perkembangan Covid-19 di Indonesia bisa dilihat di sini
Terinfeksi 2273
Dirawat 1911
Meninggal 198
Sembuh 164

Mantan Komisioner Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) periode 2015-2019, Laode M Syarief mengkritisi kinerja Firli Cs yang dinilai lambat dalam menangkap eks caleg PDIP Harun Masiku, tersangka kasus dugaan suap penetapan anggota DPR RI melalui mekanisme proses pergantian antarwaktu (PAW).

Seharusnya, kata Syarief, KPK di bawah kepemimpinan Firli tidak sulit menangkap Harun yang hingga kini masih menjadi buron. Terlebih, keberadaan Harun sudah berada di dalam negeri.

"Ada yang DPO tetapi pada saat itu selalu agak sering kita dapat. Bahkan KPK itu sering membantu kejaksaan untuk mendapatkan buron. Jadi seharusnya kalau dia ada di dalam Indonesia bisa di dapat seharusnya," ujar Syarief, saat ditemui di kawasan Tebet, Jakarta Selatan, Kamis (13/2).

Dikatakan Syarief, tindakan KPK saat ini amat lambat dalam mencari seorang buron. Menurutnya, keadaan ini berbanding terbalik ketika dirinya masih menjabat pimpinan KPK.

"Jadi, (buronan) yang high profile seperti Harun Masiku ini kalau dia di Indonesia ya berdasarkan dulu-dulu tidak sulit sih," ucap dia.

Padahal, kata Syarief, KPK dilengkapi peralatan yang cukup canggih untuk mendeteksi keberaadaan seorang buron. Kendati demikian, Syarief merasa janggal dengan kinerja KPK dibawah kepemimpinan Firli.

"Sebenarnya kita juga punya orang kita juga bisa bekerja sama dengan polisi.  Kan di kepolisian ada intelijen jadi bahkan lari ke luar negeri pun jaringan KPK lumayan lengkap," ujarnya.

Sudah 36 hari Harun Masiku belum ditangkap KPK sejak ditetapkan tersangka kasus suap peetapan anggota DPR RI melalui mekanisme PAW pada Kamis (9/1).

Sponsored

Selain Harun, KPK juga menetapkan tiga tersangka lainnya, yakni eks Komisioner KPU Wahyu Setiawan, eks anggota Bawaslu Agustiani Tio Fridelina, dan pihak swasta bernama Saeful.

Berita Lainnya