sun
moon
a l i n e a dot id
fakta data kata
logo alinea.id

Mahasiswa dan pelajar turun ke jalan tanda persoalan negara serius

"Semua marah atas kebijakan yang dipilih, tidak menghiraukan aspirasi masyarakat dan mengancam demokrasi".

Akbar Ridwan
Akbar Ridwan Kamis, 26 Sep 2019 14:11 WIB
Mahasiswa dan pelajar turun ke jalan tanda persoalan negara serius
Informasi mutakhir perkembangan Covid-19 di Indonesia bisa dilihat di sini
Terinfeksi 543.975
Dirawat 71.420
Meninggal 17.081
Sembuh 454.879

Aksi turun ke jalan yang dilakukan mahasiswa dan pelajar mendapat apresiasi dari Lembaga Bantuan Hukum (LBH). Meski sempat berakhir ricuh, LBH menilai aspirasi yang disampaikan adalah bentuk kegelisahan masyarakat. 

Direktur Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Jakarta Arif Maulana mengatakan, aksi mahasiswa dan pelajar selama dua hari berturut sejak Selasa (24/9) hingga Rabu (25/9) menunjukkan kalau masyarakat sedang gelisah atas kondisi bangsa saat ini. Arif bahkan menyebut, masyarakat marah atas pilihan kebijakan yang diambil secara sembrono. 

"Semua marah terkait kebijakan negara yang muncul tiba-tiba, apalagi tidak menghiraukan aspirasi masyarakat. Kebijakan yang diambil mengancam demokrasi kita, mengancam kebebasan sipil kita dan yang sadar tidak hanya kawan-kawan di level mahasiswa tapi juga pelajar," kata Arif Maulana pada Rabu (25/9).

Saat mahasiswa dan pelajar sampai turun ke jalan, ini menandakan persoalan yang dihadapi memang persoalan serius. Sehingga pemerintah harus benar-benar mendengar aspirasi rakyat agar membatalkan perundang-undangan yang bakal mengkhianati amanat reformasi.

"Batalkan pengesahan revisi UU KPK yang mengebiri semangat dan harapan kita untuk pemberantasan korupsi. Tunda dan beri ruang seluas-luasnya untuk pembahasan UU KUHP, RUU Minerba, RUU Pertanahan dan juga RUU Pemasyarakatan dan RUU lain yg berdampak pada hidup kita semua," sambungnya.

Soal penangkapan pelajar yang terjadi, Arif mengingatkan kalau setiap orang berhak mendapatkan bantuan hukum. Hal itu pun berlaku bagi pelajar yang tersandung masalah hukum saat aksi. LBH pun kata Arief siap mendamping. 

Seperti diketahui, demonstrasi para pelajar SMA terjadi pada Rabu (25/9) yang dimulai pada pukul 14.00 WIB di belakang gedung DPR dan MPR RI. Demo berujung ricuh, para siswa melempari petugas keamanan dan seluruh bagian di belakang gedung DPR RI.

Akibat aksi anarkis tersebut jalan protokol Gatot Subroto ruas Semanggi-Slipi dan Tol Dalam Kota (Jakarta Inner Ring Road) Cawang Tomang lumpuh total. Aksi tersebut juga membuat layanan Transjakarta via Gatot Subroto terhenti dan membuat sejumlah penumpang TransJakarta terjebak di dalam bus di ruas Tol Slipi-Grogol.

Sponsored
Berita Lainnya