sun
moon
logo alinea.id logo alinea.id

Listrik padam mengingatkan kembali kejadian 22 tahun silam

Padamnya listrik di tiga wilayah Provinsi di Pulau Jawa ini mengingatkan kejadian luar biasa serupa pada 1997.

Robertus Rony Setiawan
Robertus Rony Setiawan Minggu, 04 Agst 2019 21:04 WIB
Listrik padam mengingatkan kembali kejadian 22 tahun silam

Padamnya listrik sejak pukul 11.50 WIB di wilayah DKI Jakarta, Jawa Barat, dan Banten terus ditangani PT PLN (Persero). Untuk menstabilkan daya dan tegangan listrik, PLN telah mengoperasikan PLTA Saguling dan PLTA Cirata. 

Kedua pembangkit ini sekaligus difungsikan untuk mengirim pasokan listrik dari wilayah timur ke bagian barat Jawa menuju PLTU Suralaya. Aliran pasokan listriknya melalui GITET Cibinong, Depok, Gandul, Lengkong, Balaraja, lalu Suralaya.

Direktur Pengadaan Strategi 2 PLN Djoko R Abumanan menjelaskan dengan masuknya aliran listrik dari GITET Balaraja yang akan menuju ke PLTU Suralaya, maka harapannya listrik bisa pulih dan beroperasi lagi. Djoko bilang, secara bertahap hingga 6 jam ke depan upaya terus dilakukan untuk menormalkan seluruh sistem Jawa Barat dan Banten. 

Sementara untuk wilayah DKI Jakarta terus diupakan pemulihan pula yang diperkirakan tak melewati pukul 00.00 WIB.

Padamnya listrik di tiga wilayah Provinsi di Pulau Jawa ini mengingatkan kejadian luar biasa serupa pada 1997. Bedanya, kala itu pemadaman total terjadi di seluruh area Jawa selama kurang lebih dua jam.

Selain itu, pada 5 September 2018 terjadi pula kasus pemutusan aliran listrik secara parsial atau di sebagian wilayah Jawa. Hanya saja yang membedakan pada tahun ini adalah kasus tahun lalu, pembangkit listrik mengalami kehilangan daya yang cukup besar.

“Tapi yang jelas kejadian sebelumnya yang terbesar pada 1997 itu,” kata Djoko.

Plt Dirut PLN Sripeni Inten Cahyani menambahkan, akan dilakukan evaluasi internal oleh PLN atas pemadaman yang berlangsung hingga enam jam tersebut. Tidak hanya itu, kata dia, demi menjaga independensi hasil evaluasi, PLN akan menunjuk pihak independen untuk menginvestigasi.

Sponsored

“Kami ingin memperbaiki secara signifikan dan butuh penilaian dan pengecekan komprehensif, termasuk dari sisi proteksi daya listrik. Kami akan libatkan tim internal dan Litbang PLN yang bekerja sama dengan perguruan tinggi untuk meningkatkan kapasitas sistem kelistrikan,” ucap Sripeni.

Evaluasi menyeluruh ini, menurut Sripeni, membutuhkan waktu cukup lama, sekitar satu hingga tiga bulan. Meski begitu Sripeni mengaku tidak ingin terlalu cepat dalam melakukan evaluasi dan mengambil kesimpulan. 

Idealnya, katanya butuh waktu selama tiga bulan agar mendapatkan analisa komprehensif. 

Berita Lainnya