logo alinea.id logo alinea.id

Mahasiswa Papua di Surabaya tolak bertemu rombongan Fadli Zon

Fadli Zon ke Surabaya untuk mengetahui kronologi kasus rasisme di asrama Papua langsung dari mulut mahasiswa.

Ayu mumpuni Adi Suprayitno
Ayu mumpuni | Adi Suprayitno Rabu, 21 Agst 2019 16:33 WIB
Mahasiswa Papua di Surabaya tolak bertemu rombongan Fadli Zon

Mahasiswa Papua yang tinggal di asrama di jalan Kalasan, Surabaya, menolak bertemu dengan rombongan anggota DPR yang dipimpin Wakil Ketua DPR RI Fadli Zon. Penolakan diumumkan melalui spanduk bertuliskan 'Siapa pun yang Datang Kami Tolak' yang terbentang di depan pintu asrama. 

"Dari informasi yang mereka sampaikan, mereka merasa (mendapat) perlakuan tidak adil dari aparat. Tetapi, kami belum berhasil komunikasi langsung," ujar anggota Komisi I DPR RI Jimmy Demianus Ijie kepada wartawan di Surabaya, Jawa Timur, Rabu (21/8).

Menurut Jimmy, mahasiswa Papua di asrama tersebut menilai penyerbuan ke asrama sangat represif. Apalagi, ketika itu belum jelas siapa yang diduga merusak dan membuang bendera merah putih ke selokan di depan asrama. 

Jimmy mengatakan, aparat seharusnya menyelidiki terlebih dahulu siapa perusak bendera itu sebelum menyerbu asrama dengan menggunakan gas air mata. "Mereka kan tidak mempersenjatai diri. Mereka biasa saja. Kan bisa datang baik-baik dan ngomong," ujar dia.

Wakil Ketua DPR RI Fadli Zon bertemu dengan Gubernur Jawa Timur Khofifah Indarparawansa, Rabu (21/8). Alinea.id/Adi Suprayitno  

Pada kesempatan yang sama, Fadli Zon mengaku sengaja mengajak rombongan dari DPR ke Surabaya untuk mendengar langsung kronologi peristiwa itu dari dari mulut mahasiswa Papua. 

Selain itu, Fadli juga berencana bertemu dengan para pejabat Pemda Surabaya, Pemprov Jatim, dan Pemkot Malang. "Kita ingin mengetahui sejauh mana komunikasi yang sudah dijalin antara mahasiswa Papua dengan pemerintah daerah," tuturnya.

Politikus Partai Gerindra itu berharap kasus-kasus rasialisme yang menimpa mahasiswa Papua di sejumlah kota di Jawa cepat diselesaikan dan tidak menjadi bola liar. Apalagi, unjuk rasa memprotes kasus-kasus tersebut masih digelar di sejumlah daerah di Papua. 

Sponsored

"Kemarin kami sudah mulai rapat. Kami ada tim juga yang mungkin khusus, tim pemantauan dari pelaksanaan otonomi khusus Papua dan Papua Barat," ujarnya.

Polisi bentuk tim khusus

Kepala Biro Penerangan Masyarakat Mabes Polri Brigjen Pol Dedi Prasetyo mengatakan, Polda Jatim telah membentuk tim khusus untuk menelusuri dugaan rasisme terhadap mahasiswa Papua di Surabaya. Namun, kepolisian akan fokus menyelidiki dugaan rasisme oleh warga, bukan oleh aparat. 

"Ya, tentunya dari Polda Jatim tengah melakukan investigasi terhadap peristiwa tersebut. Polri hanya fokus melakukan penegakan hukum terhadap masyarakat sipil, bukan yang lain,” ujar Dedi di Grand Kemang, Jakarta Selatan, Rabu (21/8).

Dalam video yang beredar di media sosial, situasi pengamanan mahasiswa Papua di asrama Surabaya, Ahad (18/8) malam, tampak diwarnai ujaran-ujaran rasis. Saat mendesak mahasiswa Papua keluar dari asrama, terdengar teriakan menyebut nama-nama hewan yang dialamatkan kepada para mahasiswa. 

Menurut Dedi, penyelidikan terkait rasisme kepada mahasiswa akan diserahkan sepenuhnya kepada Polda Jatim. "Kalau Mabes Polri hanya mengenai hoaks provokatifnya," kata dia.

Riwayat Stasiun Gambir, dahulu jadi tumpuan

Riwayat Stasiun Gambir, dahulu jadi tumpuan

Senin, 14 Okt 2019 21:28 WIB
Denny Siregar: Saya bekerja tanpa komando

Denny Siregar: Saya bekerja tanpa komando

Sabtu, 12 Okt 2019 07:57 WIB