sun
moon
logo alinea.id logo alinea.id

BEM SI berencana turun ke jalan

Bagi mahasiswa, gerakan mahasiswa tidak boleh berhenti hanya karena pergantian pemerintahan baru.

Akbar Ridwan
Akbar Ridwan Senin, 21 Okt 2019 11:01 WIB
BEM SI berencana turun ke jalan

Satu hari setelah Joko Widodo dan Ma'ruf Amin dilantik sebagai Presiden dan Wakil Presiden 2019-2024, Aliansi Badan Eksekutif Mahasiswa Seluruh Indonesia (BEM SI) akan kembali turun ke jalan pada siang ini (21/10). 

Alasan BEM SI turun ke jalan dengan alasan kondisi demokrasi dan permasalahan sosial yang terjadi di Indonesia. Salah satu yang diprotes mahasiswa adalah aparat keamanan yang dinilai bertindak represif. 

Koordinator Pusat BEM SI Muhammad Nurdiansyah menyayangkan, sejumlah mahasiswa yang telah menjadi korban kasi unjuk rasa.

Menurut Nurdiansyah, mahasiswa dipukuli, ditendang, dan ditembaki sehingga lima orang harus meregang nyawa, sampai satu ini belum ada satu pun upaya pertanggungjawaban, atau sekadar pengusutan yang jelas atas tindak kekerasan aparat kepolisian. 

Nurdiansyah menilai, para pemangku kebijakan belum dapat menjalankan aspirasi rakyat. Salah satu yang terlihat jelas, menurut Nurdiansyah adalah terjadinya pelemahan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) lewat revisi undang-undang yang kini sudah berlaku. 

Apalagi, desakan masyarakat sipil agar Presiden Joko Widodo (Jokowi) menerbitkan Peraturan Pengganti Perundang-undangan (Perppu) juga tidak digubris.

Persoalan lain yang juga mesti segera diselesaikan antara lain: kebakaran hutan, lubang bekas tambang dari perusahaan tambang, yang telah melakukan eksplorasi lingkungan di Indonesia. 

Kenaikan iuran BPJS Kesehatan yang juga merugikan masyarakat. Dari sektor pendidikan, mahasiswa menilai terjadi liberalisasi dan rektor yang dikuasai oleh perpanjangan tangan rezim.

Sponsored

"Reforma agraria masih sekadar bahasa politis. Karena sengketa lahan malah makin marak terjadi. Ini semua dilengkapi dengan kondisi ekonomi yang dikuasai kartel dan kapital-kapital besar," tulis Dadan.

Disinggung soal aksi yang dipilih pascapelantikan Presiden dan Wakil Presiden, BEM SI menegaskan, pilihan tersebut karena tidak ingin menghalangi pelantikan.

"Eskalasi gerakan tidak boleh berhenti, hanya karena pergantian pemerintahan baru. Gerakan ini hanya akan usai, ketika setiap aspirasi publik, telah menjadi kebijakan pemerintah yang konkret," tegas dia.

Aksi direncakan bakal digelar pada pukul 13.00 WIB. Titik kumpul aksi berada di patung Arjuna Wijaya atau biasa disebut patung kuda. Sementara itu, dari pamflet yang tersebar, titik aksi adalah Istana Negara.