sun
moon
a l i n e a dot id
fakta data kata
logo alinea.id

Mahfud MD: Sangat rugi jika TNI tidak dilibatkan mengatasi terorisme

Mahfud ingin kualitas TNI dapat diberdayakan, apalagi pasukan khususnya telah disegani dunia.

Fadli Mubarok
Fadli Mubarok Kamis, 30 Jul 2020 10:45 WIB
Mahfud MD: Sangat rugi jika TNI tidak dilibatkan mengatasi terorisme
Informasi mutakhir perkembangan Covid-19 di Indonesia bisa dilihat di sini
Terinfeksi 135123
Dirawat 39290
Meninggal 6021
Sembuh 89618

Menteri Koordinator Politik, Hukum, dan Keamanan (Menko Polhukam) Mahfud MD menilai, peran TNI sangat diperlukam guna membantu tugas polisi di bidang pemberantasan terorisme. Sebab, ada fungsi dan situasi tertentu yang secara khusus hanya dimiliki dan dilakukan TNI. 

Hal tersebut disampaikan Mahfud dalam kunjungannya ke Markas Marinir di Cilandak, Jakarta Selatan pada Rabu (29/7) Mahfud ingin kualitas TNI dapat diberdayakan. Apalagi pasukan khususnya disegani dunia. Salah satu bentuk pemberdayaan ini adalah dengan melibatkan pasukan khusus tersebut dalam menangani aksi terorisme.

"Misalnya teror di atas kapal, ekstra teritorial, dan kedubes, menyangkut objek vital, jabatan vital, polisi tidak bisa mengaksesnya. Yang bisa masuk hanya militer. Tentu dengan mengedepankan perlindungan HAM," ujar Mahfud lewat keterangan tertulis kepada media, Kamis (30/7).

Ia mengakui rencana ini menuai banyak prokontra. Namun demikian, mantan Menteri Pertahanan (Menhan) di era Presiden ke-4 Republik Indonesia Abdurahman Wahid itu menegaskan, keterlibatan TNI harus tetap diusahakan.

Alasannya, kejahatan terorisme pada bagian tertentu tidak hanya bicara soal pidana dan hukum. Ada urusan keamanan dan pertahanan negara di dalamnya.

"Komprominya, terorisme pidana. Tetapi karena banyak yang tak cuma pidana dan hukum, maka dicantumkanlah TNI bisa ikut menangani aksi terorisme. Keterlibatan TNI diatur Perpres," tegas Mahfud.

Dia menyebutkan perdebatan mengenai rancangan regulasi keterlibatan TNI dalam terorisme ini cukup seru. Kendati demikian, akhirnya semua pihak memahami urgensi yang ada.

"Rancangannya sudah jadi, sudah ke DPR, perdebatan cukup seru. Kami juga sudah bicara dengan sejumlah kalangan, termasuk teman-teman LSM. Bahwa teror itu bukan urusan hukum semata, tidak semuanya diselesaikan hanya oleh polisi,” papar Mahfud.

Sponsored

Tidak lama lagi DPR akan mulai memproses pembahasan. Secara subtansi, pemerintah hanya perlu menambal atau memperbaikinya sedikit.

Mahfud yakin nantinya TNI akan profesional dalam menjalankan setiap tugas yang ada. Akan sangat rugi jika kehebatan TNI tidak dilibatkan untuk mengatasi terorisme.

"Kalau kita lihat, akan sangat rugi kalau ada pasukan hebat tidak digunakan untuk mengatasi terorisme. Denjaka, Kopassus dan pasukan elite lainnya, punya kemampuan penanggulangan terorisme. Tentu sesuai dengan skala, jenis kesulitan, dan situasi tertentu,” pungkas dia.

 

Berita Lainnya